Preview Federal Reserve (FOMC): Perlambatan Di depan.

364

(Vibiznews-Forex) Federal Open Market Committee (FOMC) secara luas diperkirakan akan menaikkan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 2.5% setelah pertemuan dua hari yang telah diskedulkan, pada hari Rabu, 19 Desember. Bank sentral ini juga akan merilis materi-materi proyeksi secara detil mengenai arah yang diperkirakan dari ekonomi AS dan kebijakan tingkat bunga untuk jangka waktu tiga tahun kedepan.

Bank sentral AS mulai menaikkan tingkat bunga tiga tahun yang lalu setelah mempertahankan kebijakan tingkat bunganya pada area “nol” selama tujuh tahun setelah krisis keuangan dan resesi.

Dengan ekonomi AS berjalan baik dan inflasi mendekati target the Fed 2% ada banyak diskusi mengenai penghentian atau tingkat bunga yang netral bagi kebijakan the Fed. Ini adalah level dimana tingkat bunga tidak menaikkan atau menurunkan aktifitas ekonomi. Tingkat bunga sekarang berada diantara 2.5% dan 3.5%. Gubernur Fed Powell telah menyinggung banyak ketika dia menyatakan bahwa tingkat bunga Fed hanya sedikit berada di bawal level netral. Powell juga menyatakan bahwa the Fed perlu lebih bergantung kepada “data” pada saat mendekati akhir daripada siklus pengetatan.

“Bergantung kepada data” berarti mengambil petunjuk dari kondisi ekonomi. Atau dengan perkataan lain, the Fed akan tahu bahwa tingkat bunga netral sudah dekat ketika ekonomi, dengan hal-hal lain sama, mulai melambat dari pengaruh tingkat bunga yang lebih tinggi.

Persoalan disini menjadi dua kali lipat. Pertama, sulit sulit untuk mengurai efek dari kebijakan tingkat bunga dari berlusin-lusin faktor yang mempengaruhi ekonomi AS. Jika kita melihat kepada sektor perumahan, yang merupakan salah satu dari area yang paling sensitif dengan tingkat bunga, kita bisa membuat argumen yang kuat bahwa tingkat bunga telah memberikan pengaruh yang substansial. Penjualan rumah “existing”, yang mendominasi sekitar 90% dari pasar AS, memuncak setahun yang lalu di 5.81 juta unit per tahun. Penjualan telah turun 10% menjadi 5.22 juta di bulan Oktober dan diprediksi akan jatuh menjadi 5.20 pada bulan November. Pada saat yang sama, ekonomi secara keseluruhan memiliki kekuatan kedepannya, berkembang dengan tingkat pertumbuhan 3.3% per tahun di dalam tiga kuartal pertama.

Kedua, segala sesuatu tidak ada yang sama. Jika ekonomi AS mulai melambat pada tahun depan, apakah itu karena efek kumulatif dari naiknya tingkat bunga atau karena tarikan bersama dari penurunan pertumbuhan ekonomi global? Yang paling bisa dikatakan adalah ekonomi AS kelihatannya menanggung tingkat bunga yang lebih tinggi dengan baik. Namun hal ini tentu saja tidak berbicara banyak mengenai masa yang akan datang.

FOMC dan para ekonom bank mengeluarkan proyeksi mereka mengenai kebijakan ekonomi dan tingkat bunga empat kali setahun.

Pada rilis terakhir di bulan September perkiraan mengenai pertumbuhan ekonomi AS adalah 3.1% pada tahun 2018, 2.5% pada tahun 2019, 2.0% pada 2020, 1.8% pada 2021 dan di dalam jangka panjang.

Tingkat bunga the Fed diproyeksikan berada pada 2.4% pada akhir tahun ini yang bisa dicapai dengan kenaikan tingkat bunga pada hari Rabu. Mereka diproyeksikan 3.1% pada bulan Desember 2019 yang mengandung arti tiga kali kenaikan 0.25% menjadi 3.25% dan 3.4% pada akhir 2020, membukukan satu lagi kenaikan 0.25%. Tingkat bunga tetap pada 3.4% selama 2021 dan kemudian turun menjadi 3.0% setelah itu. Pasar akan dengan cermat mengikuti apakah dan seberapa besar proyeksi ini akan berkurang.

Ricky Ferlianto/VBN/Head of III, Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here