Laporan Conab dan Anjloknya Minyak Mentah Lemahkan Harga Gula

425

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah di pasar komoditas New York ICE di akhir sesi perdagangan Kamis  (20/12)  yang berakhir Jumat pagi (21/12) kembali ke posisi termurah  2-1/2 bulan dan bergerak bearish. Demikian juga penjualan gula putih di London turun kembali ke posisi termurah dalam 3 minggu.

Harga gula anjlok kembali karena anjloknya harga minyak mentah hingga 1-1/4 tahun  sehingga merendahkan harga  etanol, yang dapat mendorong produsen gula Brasil untuk mengalihkan lebih banyak tebu ke produksi gula daripada produksi etanol. Selain itu juga mendapat tekanan dari laporan Conab yang menaikkan estimasi produksi etanol Brasil 2018/19 ke rekor 32,2 bln liter (18,6% y/y) dari perkiraan sebelumnya sebesar 30,4 bln liter. Conab juga memperkirakan bahwa pabrik gula Brasil akan mengalihkan lebih sedikit  tebu untuk memproduksi gula karena persediaan global terlihat meningkat dan harga jatuh.

Kerugian perdagangan gula berjangka dibatasi oleh rally mata uang Brasil hingga mencapai posisi  2 minggu terhadap dolar, yang mengurangi insentif bagi produsen gula Brasil untuk meningkatkan ekspor.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York ditutup turun 0.04 atau  0.32% pada harga $ 12,43  per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Demikian juga dengan harga gula putih kontrak Maret di bursa London  ditutup turun  1,6  atau 0.47% pada harga $341.00.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara fundamental harga gula masih berpotensi turun kembali oleh proyeksi penurunan harga minyak mentah namun secara teknikal berpotensi naik oleh lanjutan bargain hunting pasar.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here