Penutupan Pemerintahan Trump Berlanjut Setelah Natal, Bursa Amerika Rugi

505

(Vibiznews – Index) – Penutupan sebagian pemerintah AS kemungkinan akan berlanjut sampai setelah Natal, karena Presiden AS Donald Trump dan anggota parlemen Demokrat masih belum sepakat mengenai masalah pendanaan untuk dinding perbatasan AS-Meksiko yang kontroversial.

Dalam pertemuan terakhir mereka hari Sabtu (22/12), Senat AS tidak mengeluarkan kesepakatan untuk membuka kembali kantor pemerintah federal yang tertutup  dan diperkirakan tidak akan berkumpul kembali sampai hari Kamis, 27 Desember.

Penutupan parsial pemerintah mulai berlaku pada tengah malam hari Jumat (21/12)  setelah anggota parlemen gagal menegosiasikan kesepakatan atas pendanaan untuk dinding perbatasan yang mau dibangun Trump. Presiden AS telah meminta anggaran $ 5 miliar untuk pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko dan partai Demokrat yang sebelumnya menyatakan kesediaan untuk menyediakan sejumlah uang tetapi dengan keras menentang pembangunan tembok itu.

RUU belanja jangka pendek yang disetujui oleh parlemen mencakup lebih dari $5 miliar untuk pembangunan tembok telah ditolak Demokrat. Dan selanjutnya untuk lanjut ke undang-undang memungkinkan RUU itu diamandemen jika anggota parlemen dan pemerintah Gedung Putih dapat mencapai kesepakatan.

Akibat penutupan sebagian pemerintah AS ini telah membuat pasar keuangan Amerika banyak merugi pada perdagangan akhir pekan lalu dan akan berlanjut terus jika penutupan tidak segera dihentikan. Perdagangan saham Wallstreet anjlok parah demikian juga kurs dolar AS anjlok terhadap yen Jepang cukup signifikan.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here