Harga Minyak Rebound; Tahun 2018 Merosot 20 Persen

1195

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak rebound pada hari Jumat, tetapi tetap dekat level terendah dalam lebih dari setahun akibat meningkatnya persediaan AS dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global yang mengguncang pasar.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 96 sen, atau 2,15 persen, menjadi $ 45,57, setelah naik 3,6 persen pada awal perdagangan.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 69 sen, atau 1,32 persen, menjadi $ 52,85 per barel pada 1130 GMT, setelah sebelumnya naik lebih dari 3 persen.

Harga minyak turun ke level terendah dalam hampir 18 bulan minggu ini dan turun lebih dari 20 persen untuk tahun ini, tertekan oleh pasokan yang cukup yang telah mengisi tangki bahan bakar di seluruh dunia.

Persediaan minyak mentah AS naik 6,9 juta barel menjadi 448,2 juta barel dalam sepekan hingga 21 Desember, menurut American Petroleum Institute.

Amerika Serikat telah muncul sebagai produsen minyak mentah terbesar di dunia tahun ini, memompa 11,6 juta barel per hari (bpd), lebih dari Arab Saudi dan Rusia.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia akan memangkas produksi minyak mentahnya antara 3 juta dan 5 juta ton pada paruh pertama 2019 sebagai bagian dari kesepakatan antara produsen.

Awal bulan ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, atau lebih dari 1 persen dari konsumsi global, mulai Januari.

Pasar akan ditutup pada hari Selasa untuk Hari Libur Tahun Baru dan perdagangan diperkirakan akan tipis pada hari Senin.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan oleh EIA yang diindikasikan terjadi penurunan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak berpotensi positif jika malam nanti data EIA terealisir terjadi penurunan pasokan. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 46,10-$ 46,60, dan jika turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 45,10-$ 44,60.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here