Kerugian Bursa Eropa Awal Tahun 2019 Cukup Parah

519

(Vibiznews – Index)- Perdagangan awal tahun 2019 bursa saham Eropa  hari Rabu (02/01) kembali mencetak kerugian dengan indeks bursa  turun tajam  mengikuti kerugian yang dialami pasar Asia oleh sulitnya pasar melepaskan sentimen negatif bursa global akhir tahun 2018.

Selain itu juga tekanan indeks datang dari sentimen anjloknya indeks bursa saham berjangka AS oleh karena penutupan pemerintah Amerika yang memasuki hari ke-12 tanpa tanda-tanda rencana yang bisa diterapkan. Tekanan dari bursa Asia datang dari buruknya data PMI manufaktur China yang kontraksi.

Dari sisi data ekonomi pergerakan indeks dipengaruhi oleh laporan turunnya data PMI manufaktur kawasan Euro periode Desember 2018. Positifnya data datang dari laporan ketenagakerjaan Jerman yang  tumbuh ke rekor tinggi pada 2018.

Indeks pan-Eropa 600 turun 1,1 persen dengan semua sektor dan bursa utama merah. Saham sumber daya dasar adalah yang berkinerja terburuk, dengan sektor   turun 3,2 persen karena data manufaktur China yang mengecewakan.

Untuk indeks bursa utamanya, indeks DAX Jerman anjlok 0,28 persen, indeks CAC 40 Perancis dan FTSE 100  Inggris turun masing-masing 1,9 persen dan 1,3 persen.

Untuk pergerakan saham per sektor, saham otomotif anjlok hingga 2-3 persen seperti saham Daimler, Volkswagen, Renault dan Peugeot. Saham perbankan juga jatuh 1 – 3 persen lebih seperti saham  Commerzbank, Deutsche Bank dan BNP Paribas. Sektor energy anjlok hingga 3 persen lebih seperti saham Tullow Oil  dan saham BP plc turun lebih dari 1 persen.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here