Penumpang Transjakarta 2018 Naik 31%; Hubungannya dengan Lokasi Properti?

692
transjakarta.co.id

(Vibiznews – Property) – Seringkali kita mendengar bahwa syarat sukses untuk investasi properti adalah “lokasi, lokasi, dan lokasi”. Dengan demikian, nilai dari properti, termasuk juga prospek dan kecepatan jual kembali aset tersebut sangat tergantung lokasi properti tersebut berada.

Bicara lokasi, salah satunya adalah memiliki akses yang baik dengan pusat kota, yakni area tempat terjadinya aktivitas perkotaan, kawasan perdagangan, kawasan bisnis, maupun kawasan hiburan. Akses di sini berhubungan erat dengan ketersediaan infrastruktur dan transportasi publik yang memadai.

Transportasi publik yang dominan untuk wilayah Jakarta adalah Transjakarta, yang diperkenalkan pertama sejak tahun 2014. Data dari PT Transjakarta, sebagaimana disampaikan kepada media baru-baru ini, menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2018, jumlah penumpang yang diangkut Transjakarta mencapai 189,77 juta orang.

Kenaikan ini termasuk signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan kenaikan 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mengangkut 144,72 juta orang. Penambahan rute terbaru nampaknya telah ikut mendongkrak jumlah penumpang. Pada 2018, ada penambahan 33 rute baru menjadi total 155 rute, dari tahun 2017 yang melayani 122 rute.

Pada tahun 2019 ini, Transjakarta berencana akan menambah sejumlah rute baru, serta akan terintegrasi dengan MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu), LRT (Light Rapid Transit), Transpatriot, kereta listrik commuter line, dan lainnya.

Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas transportasi massal ini, dengan sendirinya akan meningkatkan aksesibilitas sejumlah kawasan properti yang berlokasi dekat dengan jangkauan transportasi publik ini.

Sebagai contoh, misalnya kawasan Bekasi yang baru-baru ini, pada akhir November 2018, diperkenalkan dengan pelayanan publik “Transpatriot”. Untuk tahap pertama ini baru tersedia dua rute yakni Terminal Bekasi-Harapan Indah dan Harapan Indah-Terminal Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menyebutkan bahwa bus Transpatriot direncanakan bakal terintegrasi dengan bus Transjakarta. Integrasi kedua moda transportasi ini merupakan salah satu kerja sama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sekalipun Transpatriot ini masih sedang masa uji coba, namun moda transportasi ini telah memperkuat aksesibiltas Bekasi dengan Kota Jakarta. Apalagi bila integrasi dengan TransJakarta dapat direalisasikan.

Setidaknya rute yang dilalui Transpatriot ini akan memberikan dampak nilai tambah properti sekitarnya. Sekali lagi, karena nilai properti ditentukan oleh “lokasi, lokasi, dan lokasi”.

Bagi masyarakat banyak ini juga mendorong untuk meningkatkan investasi pada lokasi-lokasi yang berdekatan tersebut. Pertimbangannya, dengan menghemat biaya transportasi alokasi dananya dapat digunakan sebagai cicilan KPR atau investasi properti.

Mungkin, ada pembaca yang tertarik?

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here