Market Outlook, 14-18 January 2019

731

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu pasar modal di Indonesia bergerak menguat didukung pembelian investor asing yang deras, bertambah perkasanya rupiah, dan sentimen bursa Asia dan global yang menanjak seminggu ini. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 1.39% ke level 6,361.465, mencatat posisi 9 bulan tertingginya. Untuk minggu berikutnya (14-18 Januari 2019), IHSG kemungkinan sewaktu-waktu masih diintip aksi profit taking mengingat posisi overbought-nya secara teknikal namun masih tetap bertenaga untuk lanjutkan garis uptrend, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6380 dan kemudian 6500, sedangkan support level di posisi 6262 dan kemudian 6164.

Mata uang rupiah secara mingguan tampil makin perkasa ke level Rp14,072, sementara dollar di pasar global cenderung soft di minggu keempatnya oleh prediksi berkurangnya pengetatan moneter the Fed tahun ini. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,175 dan 14,488, sementara support di level Rp13,990 dan Rp13,943.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data PPI m/m pada Selasa malam; disambung dengan rilis Philly Fed Manufacturing Index pada Kamis malam ; berikutnya data Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis pidato President ECB Draghi serta voting Parliament Inggris untuk Brexit pada Selasa malam; diikuti dengan data CPI y/y Inggris dan pidato Gubernur BOE Carney pada Rabu sore; diakhiri dengan rilis Retail Sales m/m Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Trade Balance China pada Senin pagi; kemudian pidato Gubernur BOJ Kuroda pada Kamis pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar melemah dengan prospek ke depannya akan ada jeda dalam pengetatan moneter AS, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 95.66. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.1467. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1569 dan kemudian 1.1620, sementara support pada 1.1284 dan 1.1269.

Poundsterling minggu lalu terlihat naik ke level 1.2835 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2937 dan kemudian 1.3174, sedangkan support pada 1.2476 dan 1.2433. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir flat ke level 108.48.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 111.33 dan 122.59, serta support pada 106.61 serta level 105.13. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7213. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7273 dan 0.7393, sementara support level di 0.6826 dan 0.6666.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia menguat oleh sentiment positif dari kenaikan Wall Street serta progress negosiasi perdagangan AS – China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 20360. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21330 dan 21870, sementara support pada level 18945 dan lalu 18255. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 26616. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27270 dan 28012, sementara support di 25673 dan 25010.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat dengan berkurangnya volatilitas pasar dan prospek negosiasi perdagangan dengan China. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 23989.46, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 24823 dan 25975, sementara support di level 22649 dan 21708. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2594,27, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2600 dan 2669, sementara support pada level 2347 dan 2322.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau agak konsolidasi setelah rally dengan masih dalam bias positif oleh menguatnya bursa saham global, di bawah sekitar posisi 7 bulan tertingginya, sehingga harga emas spot menanjak ke level $1285.29 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1297 dan berikut $1308, serta support pada $1253 dan $1232.

 

Dengan memerhatikan chart pergerakan harga asset investasi, akan terlihat bahwa setelah sejumlah rally pasar, biasanya tiba periode untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Dapatkan terus rekomendasi dari vibiznews.com, karena kami hadir untuk sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here