Bursa Eropa Awal Pekan Dibuka Mengecewakan Investor

605

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham di bursa utama awal pekan kawasan Eropa hari Senin (14/01) kembali melanjutkan kerugian perdagangan akhir pekan lalu  oleh sentimen kontraksi yang mengejutkan dalam data ekspor China sehingga meningkatkan kekhawatiran perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Kantor Statistik China umumkan data ekspor China secara tak terduga turun 4,4 persen, yang jauh dari perkiraan kenaikan 3 persen. Berita ini muncul untuk memperkuat kekhawatiran bahwa tarif AS untuk barang-barang Cina mulai mengambil korban besar pada ekonomi China.

Indeks Stoxx Europe 600 turun sekitar 0,5 persen  dengan semua sektor dan bursa utama di wilayah negatif. Indeks DAX Jerman turun 0,43 persen, indeks CAC 40 Prancis turun 0,41 persen  dan indeks FTSE 100 di AS turun 0,29 persen.

Saham konstruksi dan material Eropa  yang menjadi saham berkinerja terburuk tak lama setelah pembukaan, turun hampir 1 persen. Itu terjadi setelah data resmi dari China  menunjukkan impor turun 7,6 persen tahun ke tahun di bulan Desember.

Melihat pergerakan saham individu, saham Pandora Denmark merosot ke bagian bawah benchmark Eropa, setelah Morgan Stanley memangkas target harga untuk perusahaan. Saham yang terdaftar di Kopenhagen itu tergelincir hampir 7 persen pada Senin pagi.

Di tempat bursa Inggris, saham  Burberry  naik ke puncak indeks setelah Bank of America Merrill Lynch menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi  netral dari sebelumnya berkinerja buruk. Dampaknya saham saham merek mewah naik lebih dari 2 persen.

Fokus sentimen pasar di Eropa sebagian besar merespon data ekonomi China yang lebih lemah dari perkiraan, dan dari Eropa sentimen Brexit  menjadi sorotan bagi para pelaku pasar. Itu karena anggota parlemen Inggris siap untuk memilih pada kesepakatan Brexit Perdana Menteri Theresa May hari Selasa.

Untuk kinerja beberapa saham lokal, saham AMS, pemasok Apple di Eropa  turun lebih dari 3 persen setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa pembuat iPhone telah mengurangi produksi untuk beberapa ponselnya pada kuartal pertama.

Namun di bursa Inggris, saham perakit rumah tangga Inggris juga diperdagangkan lebih tinggi setelah pembaruan perdagangan oleh Taylor Wimpey. Perusahaan mengatakan bahwa mereka melihat penjualan yang solid pada 2019.

Namun investor juga memantau tanda-tanda potensi perlambatan ekonomi di ekonomi dunia. Dimana hari Selasa (08/01) Bank Dunia mengatakan  bahwa pihaknya memperkirakan pertumbuhan global akan melambat menjadi 2,9 persen tahun ini. Sementara itu investor Eropa tetap memperhatikan kondisi politik yang sedang terjadi, dengan Parlemen Inggris diperkirakan akan memilih kesepakatan pemerintah dengan UE pada 15 Januari. Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret.

Sebagai informasi untuk perdagangan akhir pekan lalu, indeks bursa Eropa mencetak kerugian pertama setelah sebelumnya menguntungkan yang dipicu oleh kekhawatiran tentang penutupan operasional pemerintah AS, kebuntuan Brexit dan kurangnya resolusi yang jelas untuk pembicaraan perdagangan AS-China.

Indeks Stoxx Europe 600  naik tipis 0,1 persen. Namun indeks saham di DAX Jerman turun 0,3 persen, indeks saham CAC 40 Prancis turun setengah persen dan FTSE 100 di AS turun 0,4 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here