Harga Kopi Arabika Turun ke Posisi Termurah 1-1/2 Minggu

513

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York hari Selasa yang berakhir hari Rabu (16/01)  turun ke posisi terendah 1-1/2 minggu  setelah Cecafe melaporkan ekspor kopi hijau Brasil bulan Desember melonjak   27% y/y menjadi 3,36 juta kantong, tertinggi selama Desember.

Kelebihan pasokan kopi terus membebani harga karena persediaan kopi yang dipantau ICE pada Senin naik ke level tertinggi 4-1/2 tahun di 2,475 juta kantong. Juga, Organisasi Kopi Internasional (ICO) Kamis lalu memperkirakan surplus kopi 2018/19 global sebesar 2,29 juta kantong dan mengatakan surplus tahun kedua akan menekan harga kopi selama beberapa bulan ke depan.

Pelemahan harga kopi robusta tidak signfikan dikarenakan dukungan pada tanda-tanda pasokan robusta yang lebih kecil setelah Bea Cukai Vietnam Kamis lalu melaporkan bahwa ekspor kopi robusta Desember Vietnam turun -6,1% tahunan ke 153,906 MT. Di sisi bearish, Organisasi Kopi Internasional (ICO) melaporkan Selasa lalu bahwa ekspor kopi global 2018/19 Oktober-November naik + 13% y/y menjadi 20,6 juta kantong.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup turun -1,45  atau 1,41% pada posisi $101,30 per lb.  Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari  turun  1  atau 0,07%  pada posisi  $ 1526 per ton.

Namun kerugian perdagangan dalam kopi arabika terbatas karena data dari Somar Meteorolgia menunjukkan bahwa curah hujan di Minas Gerais diukur 9,5 mm dalam sepekan terakhir, hanya 13% dari rata-rata historis. Juga, eksportir Brazil Comexim memperkirakan bahwa produksi kopi Brasil 2019/20 akan turun -7,7% y/y menjadi 58,2 juta kantong karena panen berada di bagian hasil rendah dari siklus dua tahunannya.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat naik kembali jika mata uang Real meningkat.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here