Pasokan Kopi Hijau di Amerika Menurun, Harga Kopi Arabika dan Robusta

424

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York hari Rabu yang berakhir hari Kamis (17/01)  bangkit dari posisi terendah 1-1/2 minggu. Kenaikan harga juga terjadi pada perdagangan kopi Robusta di London.

Harga kopi bergerak lebih tinggi karena kekurangan pasokan setelah Green Coffee Association melaporkan persediaan kopi hijau AS turun -7,5% y/y menjadi 6,13 juta kantong. Perdagangan sebelumnya turun  ke posisi terendah 1-1/2 minggu  setelah Cecafe melaporkan ekspor kopi hijau Brasil Desember naik  27% y/y menjadi 3,36 juta kantong, tertinggi selama Desember.

Kenaikan harga kopi robusta memiliki dukungan pada tanda-tanda pasokan robusta yang lebih kecil setelah Bea Cukai Vietnam Kamis lalu melaporkan bahwa ekspor kopi robusta Desember Vietnam turun -6,1% y/y menjadi 153,906 MT.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup naik  1,10  atau 1,09% pada posisi $102,40 per lb.  Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari naik  12  atau 0,79%  pada posisi  $ 1538 per ton.

Namun kerugian perdagangan dalam kopi arabika terbatas karena data dari Somar Meteorolgia menunjukkan bahwa curah hujan di Minas Gerais diukur 9,5 mm dalam sepekan terakhir, hanya 13% dari rata-rata historis. Juga, eksportir Brazil Comexim memperkirakan bahwa produksi kopi Brasil 2019/20 akan turun -7,7% y/y menjadi 58,2 juta kantong karena panen berada di bagian hasil rendah dari siklus dua tahunannya.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat naik terus  jika mata uang Real meningkat.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here