Bursa Saham Asia Pasifik Akhir Pekan Sedang Cetak Untung Lebih Tinggi

524

(Vibiznews – Index) – Pasar saham Asia Pasifik semuanya lebih tinggi pada perdagangan  sesi Asia akhir pekan hari Jumat (18/01)  setelah sebuah laporan bahwa para pejabat Amerika mungkin mempertimbangkan kemungkinan pelonggaran tarif di Cina, dalam upaya untuk mendorong pembicaraan perdagangan lebih lanjut.

Di tengah optimisme bahwa ketegangan perdagangan AS-Cina mungkin mereda,  pasar saham Greater China dibuka lebih tinggi. Indeks komposit Shanghai naik lebih dari 1 persen, indeks komponen Shenzhen naik lebih dari 1 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong juga diperdagangkan lebih tinggi sekitar 1,2 persen.

Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,29 persen  sementara indeks Topix bertambah 1,1 persen. Indeks diperkuat oleh kenaikan signfikan saham-saham eksportir utama akibat pelemahan yen Jepang. Saham Mitsubishi Electric naik lebih dari 2 persen, sementara saham Canon dan Panasonic masing-masing naik hampir 1 persen, dan Sony naik 0,4 persen.

Indeks bursa saham Australia naik untuk hari keempat berturut-turut dengan saham-saham pertambangan, teknologi, dan bank untung paling besar. Indeks  ASX 200 bertambah 22,20 poin atau 0,38 persen. Sebelumnya indeks saham mencapai tertinggi dua bulan. Saham BHP Group dan Fortescue Metals masing-masing naik lebih dari 1 persen, sementara Rio Tinto menambahkan 0,7 persen setelah  melaporkan hasil produksinya untuk 2018.

Bursa Asia lainnya juga alami peningkatan keuntungan akhir perdagangan pekan ini seperti indeks Kospi di bursa saham Korea Selatan naik hingga 0,60 persen, namun terjadi profit taking pada perdagangan saham Indonesia dengan IHSG turun 0,09 persen.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengusulkan untuk mengangkat semua atau beberapa tarif impor Tiongkok untuk memberi Beijing alasan untuk membuat konsesi yang lebih dalam dalam pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua negara. Tetapi Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menolak gagasan itu, khawatir bahwa itu dapat dianggap sebagai tanda kelemahan.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here