Harga Gula New York dan London Sama-sama Terpukul

314

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula berjangka  yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York turun dari posisi tertinggi 2-1/4 bulan pada penutupan hari Kamis yang berakhir hari Jumat (17/01). Demikian pelemahan harga gula di  bursa London berlanjut.

Harga gula retreat karena harga minyak mentah yang lemah dan penurunan dalam mata uang real Brasil. Harga minyak mentah yang lemah adalah negatif untuk harga etanol dan memberikan insentif kepada pabrik gula Brasil untuk mengalihkan lebih banyak penghancuran tebu ke arah produksi gula daripada produksi etanol, sehingga meningkatkan pasokan gula.

Real Brasil jatuh ke level rendah 1-1/2 minggu terhadap dolar   yang mendorong ekspor dari produsen gula Brasil. Faktor bearish lainnya adalah data pengiriman Brasil yang menunjukkan  pemuatan di pelabuhan Brasil naik menjadi 586.400 MT pada 16 Januari, naik dari level minggu lalu 382.113 MT.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York sedang turun  0,32 atau 2,43% pada harga $ 12,85  per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Demikian juga dengan harga gula putih kontrak Maret yang terpantau  di bursa London sekarang sedang turun  5,30 atau 1,50% pada harga $348.50.

Harga gula di New York sebelumnya naik ke level tertinggi 2-1/4 bulan  di tengah tanda-tanda bahwa ekspor gula dari India sebagai produsen gula terbesar kedua di dunia dapat menurun setelah Kantor Perdana Menteri India mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menaikkan harga jual minimum gula menjadi 31 rupee/kg dari 29 rupee/kg, yang dapat membatasi ekspor gula India.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula bangkit kembali oleh sentimen proyeksi kenaikan harga minyak mentah dan juga kenaikan mata uang Brasil.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here