Harga Minyak Berjangka di Asia Naik ke Puncak Tinggi 1 Pekan

395

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak WTI AS bergerak lebih tinggi pada perdagangan sesi Asia akhir pekan hari Jumat (18/01) ke posisi harga tertinggi dalam 1 pekan setelah laporan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan produksinya turun tajam bulan lalu, sehingga mengurangi kekhawatiran pasar tentang kelebihan pasokan yang berkepanjangan.

Harga minyak acuan internasional yaitu minyak mentah jenis Brent berada di posisi $61.71 per barel atau lebih tinggi 44 sen atau 0,70 persen dari akhir perdagangan sebelumnya yang ditutup menguat hingga 1,1 persen.  Demikian juga kenaikan harga terjadi pada minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS  berada di $ 52,54 per barel yang  naik 46 sen atau 0,87 persen dari perdagangan sebelumnya yang ditutup turun 0,4 persen.

OPEC mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa produksi minyaknya turun 751.000 barel per hari (bph) pada bulan Desember lalu menjadi 31,58 juta barel per hari, penurunan bulan ke bulan terbesar dalam hampir dua tahun.

OPEC memangkas produksi minyaknya secara tajam pada bulan Desember lalu sebelum kesepakatan baru untuk membatasi pasokan yang berlaku pada 1 Januari,  menunjukkan bahwa produsen telah membuat awal yang kuat untuk mencegah kelebihan pasokan pada tahun 2019 karena ekonomi yang melambat membatasi permintaan.

Pemotongan produksi minyak OPEC bersama dengan produsen utama lainnya seperti Rusia sejak bulan ini akan menjadi yang terpenting untuk menjaga pasar tetap ketat dan mendukung harga.

Selain laporan yang mendukung harga, OPEC juga mengeluarkan laporan yang dapat menekan harga yaitu  OPEC memangkas perkiraan permintaan rata-rata harian untuk minyak mentah pada 2019 menjadi 30,83 juta barel, turun 910.000 barel per hari dari rata-rata 2018.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here