Bank-Bank Global Makin Cenderung Investasi di Fintech; Fintech Bukan Lagi Pengganggu

554

(Vibiznews – Banking) – Dalam industri lembaga keuangan global dewasa ini, nampak adanya trend dimana antara bank-bank besar global dengan fintech semakin tertarik untuk bekerja sama meskipun kadang harus bersaing pada basis konsumen yang sama.

Diberitakan bahwa dua bank besar, Barclays –yang berpusat di London- dan Santander –berkantor pusat di Boston, AS- baru-baru ini telah membeli saham fintech group MarketInvoice dari Inggris, sebagai tanda kesediaan group kreditur yang sudah mapan itu untuk bekerja sama dengan penantangnya yang berbasis teknologi, demikian rilis berita dari FT hari ini (21/01).

Barclays dan Santander InnoVentures, anak perusahaan modal ventura dari bank Spanyol Santander, dikabarkan secara bersama-sama memimpin investasi ekuitas senilai £26 juta (sekitar Rp475,8 miliar) dalam group teknologi yang berbasis di London.

Kerjasama antara bank besar dan fintech dipercaya membangunikan sinergi, meskipun sebagian bersaing untuk pelanggan yang sama. Perusahaan lebih kecil seperti MarketInvoice mendapat manfaat dengan akses ke basis nasabah yang telah lama dimiliki bank, sementara bank besar dapat mengeksploitasi kemampuan dan pengetahuan spesialisasi fintech untuk mengembangkan produk dengan lebih cepat.

Barclays mengumumkan niatnya untuk membeli saham di MarketInvoice pada Agustus lalu, tetapi kemudian menaikkan lagi nilai investasinya setelah percobaan yang sukses menawarkan produk MarketInvoice kepada nasabah bisnis bank.

Fintech ini berspesialisasi dalam membiayai invoice atau faktur, di mana bisnis UKM memperlancar arus kas mereka dengan meminjam uang dari tagihan yang mereka miliki. Perusahaan ini juga menawarkan pinjaman tanpa jaminan, dan telah membiayai sekitar £ 2 milyar (sekitar Rp36,6 triliun) bisnis sejak didirikan pada tahun 2011.

Sebelumnya, tahun lalu Barclays telah membentuk unit sejenis modal ventura dengan tujuan menambah miliaran pound ke pendapatan tahunannya, sementara unit InnoVentures Santander telah berinvestasi di lebih dari 20 start-ups sejak diluncurkan pada 2014, demikian dilansir dari FT hari ini (21/01).

Di Indonesia, perbankan juga sudah semakin aktif dalam menggandeng fintech untuk pengembangan bisnisnya. Misalnya dari Group Mandiri, dikabarkan bahwa PT Mandiri Capital Indonesia merencanakan untuk berinvestasi di empat start up fintech dengan total nilai investasi di kisaran Rp 40 hingga Rp 50 miliar, demikian disampaikan kepada media baru-baru ini.

Disebutkan lagi, keempat fintech tersebut rencananya merupakan start up di sektor agritech yang memberikan pendanaan kepada para petani, insurtech atau start up di bidang asuransi, dan start up di bidang wealth management. Sementara itu, pada tahun 2018 lalu, Mandiri Capital telah berinvestasi juga di 10 start up fintech dengan total dana investasi sebesar Rp 350 miliar.

 

Alfred Pakasi/VM/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here