Harga Minyak Turun Terpengaruh Pelemahan Ekonomi China

502

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun pada hari Senin (21/01), terpengaruh perlambatan ekonomi China tahun 2018, yang memunculkan kekuatiran melemahnya permintaan dari konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia ini.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 23 sen menjadi $ 53,57 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 35 sen di $ 62,35 per barel pada 0946 GMT.

Pertumbuhan ekonomi China tahun 2018 melambat sebagai terlemah dalam 28 tahun, pada 6,6 persen berbanding 6,8 persen pada 2017.

Meskipun perlambatan tersebut sejalan dengan ekspektasi dan tidak setajam yang diperkirakan beberapa analis, pelemahan ekonomi No.2 dunia ini membuat bayangan pelemahan atas pertumbuhan global.

Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat dapat berdampak pada pertumbuhan permintaan minyak.

Sebuah laporan terpisah dari Biro Statistik Nasional China pada hari Senin menunjukkan kilang minyak mentah naik ke rekor 12,1 juta barel per hari (bph), naik 6,8 persen dari tahun sebelumnya.

Di Amerika Serikat, perusahaan energi memangkas jumlah kilang pengeboran minyak hingga 21 pada minggu ini hingga 18 Januari, menjadikan jumlah totalnya turun menjadi 852, terendah sejak Mei 2018, perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan dalam sebuah laporan mingguan pada Jumat.

Itu adalah penurunan terbesar sejak Februari 2016, karena bereaksi terhadap kejatuhan 40 persen pada harga minyak mentah AS akhir tahun lalu. Namun, produksi minyak mentah AS masih naik lebih dari 2 juta barel per hari pada tahun 2018, ke rekor 11,9 juta barel per hari.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah terpengaruh perlambatan ekonomi China. Namun jika sentimen pemotongan produksi OPEC menguat, akan mengangkat harga minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 53,00-$ 52,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 54,00-$ 54,50.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here