BI Sudah Berhenti Menaikkan Suku Bunga? Mungkin Belum

918

(Vibiznews – Banking) – Setelah Bank Indonesia (BI) pada tahun 2018 telah menaikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 175 bps, dan terakhir menjadi 6 persen, maka pertanyaan perlaku pasar keuangan adalah: berapa lagi BI akan menaikkan suku bunganya?

Ada berbagai prediksi akan ke mana suku bunga acuan BI7DDR di tahun 2019 ini. Umumnya berupa kenaikan bunga antara 50 bp sampai 100 bp, atau bunga acuan BI akan menjadi 6,50 – 7,0 persen di akhir tahun 2019.

Terakhir, DBS Group Research menilai, tren kenaikan suku bunga BI diperkirakan tidak akan terjadi di tahun ini. Siklus kenaikan suku bunga BI diperkirakan telah berakhir di tahun ini, demikian disebutkan Economist-nya kepada media pers (22/01).

Alasan prakiraan ini karena ekspektasi inflasi tetap berada pada kisaran rendah karena penurunan harga minyak secara signifikan dan harga beras yang diperkirakan tetap stabil. Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah yang diprediksi lebih stabil terhadap dolar AS juga akan menjadi pertimbangan BI menahan suku bunganya.

Analis Vibiznews melihat pandangan team riset DBS ini termasuk baru di pasar. Umumnya banyak pihak prakirakan tetap akan adanya kenaikan BI7DDR di tahun ini. Apakah benar akan tetap demikian?

Tiap pandangan tentu mempunyai dasarnya masing-masing. Analis Vibiznews melihat peluang untuk kenaikan suku bunga acuan BI masih cukup besar. Pertama, mengacu kepada rencana kenaikan suku bunga the Fed. Betul, bahwa Chairman the Fed Powell telah mengindikasikan kemungkinan jeda pada siklus pengetatan kebijakan moneternya. Akan tetapi indikasinya tetap akan ada kenaikan. Para analis pasar keuangan perkirakan adanya kenaikan dua kali atau minimum satu kali lagi di tahun ini.

Walaupun BI tidak harus sama kebijakannya dengan the Fed, tetapi umumnya searah. Bahkan tahun lalu BI menaikkan BI7DDR secara lebih agresif dengan kenaikkan sebanyak 6 kali, sementara Federal Reserve 4 kali. Namun, agresifnya BI itulah yang ternyata kemudian efektif mengerem pelemahan rupiah. Bahkan rupiah berbalik menjadi salah satu mata uang perkasa di kawasan Asia.

Berikutnya, kita harus melihat juga potensi ketidakstabilan ekonomi global masih ada, yang dapat  menimbulkan gejolak baru kepada rupiah. Ditambah lagi, untuk Indonesia, sedang memasuki tahun politik. Ini dapat menambahkan faktor ketidakstabilan pada nilai tukar rupiah, bahkan mungkin juga kepada tingkat inflasi. Bila itu terjadi, BI akan terpaksa menaikkan lagi suku bunga acuannya.

Belum lama lalu, Gubernur BI mengatakan, bahwa suku bunga acuan BI saat ini merupakan tingkat bunga yang sudah hampir mencapai puncaknya. Melihat itu, memang ada kemungkinan bank sentral akan menghentikan kenaikan suku bunganya, tetapi mungkin itu terjadi setelah kenaikan bunga setidaknya satu kali lagi.

Kesimpulannya, analis Vibiznews masih memandang akan terjadi kenaikan suku bunga acuan kembali di tahun ini, antara 1 – 2 kali lagi. Kemungkinannya BI7DDR akan berada di level 6,25 – 6,50 persen di akhir tahun 2019. Kita lihat bersama nantinya.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here