Dolar AS Tertekan Karena Ketegangan Perang Dagang & Naiknya Tingkat Bunga

307

(Vibiznews-Forex) Untuk pertama kalinya sejak penutupan operasi pemerintah AS S&P 500 ditutup pada teritori negatif. Penurunan ini bersamaan dengan kelemahan pada kebanyakan matauang utama dunia. Walaupun mudah sekali untuk mengatakan hal ini menyebabkan penurunan dalam saham sampai kepada penurunan dari penjualan rumah bekas yang lebih besar daripada yang diperkirakan, saham-saham berjangka telah negatif sebelum data dirilis.

Dengan penutupan operasi pemerintah AS memasuki hari yang ke 32, biaya ekonomi yang ditanggung bisa melampaui $5 miliar dan pengaruh ekonomi akan lebih signifikan daripada tahun-tahun yang lalu dengan para pekerja yang cuti tanpa dibayar berjuang untuk hidupnya. Dengan hal ini di dalam pemikiran, namun, sebegitu jauh penutupan telah baik bagi dolar AS dan saham karena tidak ada berita adalah kabar yang baik. Penundaan data yang dirilis yang seharusnya memberikan konfirmasi bahwa ekonomi AS sedang kehilangan momentum membantu menstabilkan asset AS pada permulaan tahun.

Namun, laporan mengenai kombinasi dari kenaikan tingkat bunga dan ketegangan perdagangan membebani ekonomi. Menurut Financial Times, Pemerintahan Trump menolak tawaran Cina untuk mengadakan persiapan pembicaraan perdagangan menjelang kunjungan wakil Perdana Menteri Liu Hia pada akhir bulan. Hal ini menunjukkan tidak ada kemajuan yang cukup berarti dan permintaan ekstradisi dari Huawei CFO tidak membantu mencairkan hubungan kedua negara.

Ada kekuatiran baru mengenai pertumbuhan ekonomi global yang melambat karena pengaruh dari perang dagang AS dengan Cina, dengan International Monetary Fund merilis laporan pada hari Senin yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia secara kolektif pada 3.5% di tahun 2019, yang turun dari perkiraan mereka yang terakhir sebesar 3.7% di bulan Oktober yang lalu. IMF juga memperingati mengenai kenaikan resiko yang lebih tinggi karena penurunan yang lebih cepat di dalam pertumbuhan ekonomi dunia.

Indeks dolar AS yang diukur oleh DXY menunjukkan setelah mencapai level 96.50, DXY tidak dapat melanjutkan rally diatas level tersebut. Sekarang setelah mengetes level 96.50, DXY diperdagangkan disekitar 95.70. Tren turun kemungkinan akan mengambil kontrol dan menyetir pasar sampai ke 95.50. Sedangkan kenaikan kembali akan menemukan tahanan di 96.00.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here