Review Forex 22/01: Save Haven Plus Poundsterling Cetak Keuntungan

435

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex  hari Selasa (22/01) yang berakhir pagi ini (23/01), kurs safe haven kembali mengambil posisi keuntungan dan menekan posisi dolar AS. Kekuatan dolar AS hanya bisa menekan euro dan aussie, dan sebaliknya terpukul melawan yen, swissfranc dan poundsterling.

Investor menghindari mata uang berisiko di tengah kekhawatiran baru tentang perlambatan ekonomi global. Kondisi yang memberatkan pasar aset resiko yaitu pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun ini dan 2020 oleh IMF; sengketa perdagangan AS-China, ketidakpastian Brexit dan penutupan sebagian pemerintah di AS.

Karena sentimen diatas perdagangan saham seluruh bursa dunia anjlok parah dan akibatnya aset safe haven baik mata uang dan juga komoditas mengambilnya sebagai keuntungan.

Pound Sterling Inggris yang bukan merupakan kurs safe haven berhasil melanjutkan rally perdagangan sebelumnya setelah data rata-rata upah pekerja di Inggris tumbuh pada laju tercepat dalam satu dekade dalam tiga bulan hingga November. Data juga menunjukkan tingkat pengangguran telah jatuh ke level terendah sejak 1975, menunjukkan pengetatan pasar tenaga kerja meskipun ada ketidakpastian Brexit.

Dalam berita ekonomi AS semalam, National Association of Realtors merilis sebuah laporan yang menunjukkan penurunan penjualan rumah yang ada di AS pada bulan Desember yang jauh lebih curam daripada yang diperkirakan. Data NAR menunjukkan  penjualan rumah yang ada anjlok 6,4% ke tingkat tahunan 4,99 juta pada Desember setelah melonjak 2,1% ke tingkat revisi 5,33 juta pada November.  Dengan penurunan yang jauh lebih besar dari yang diharapkan, penjualan rumah yang ada jatuh ke level terendah sejak November 2015.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya kuatnya sentimen perdagangan safe haven dipicu oleh IMF yang  memproyeksikan tingkat pertumbuhan 3,5% di seluruh dunia untuk 2019 dan 3,6% untuk 2020, turun 0,2 dan 0,1 poin persentase di bawah perkiraan terakhir pada Oktober.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here