Harga Kopi Robusta Bangkit Dari Posisi Termurah 3 Minggu

433

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York rebound oleh aksi bargain hunting setelah mata uang Real Brasil bangkit melawan dolar AS. Demikian juga dengan harga kopi Robusta di London bangkit dari posisi  termurah dalam 3 minggu.

Kekuatan Real Brasil menghambat ekspor oleh produsen kopi Brasil, sehingga membatasi pasokan kopi global. Namun keuntungan terbatas setelah Rabobank menaikkan prediksi ekspor kopi arabika 2018/19 Brasil menjadi 44 juta kantong dari perkiraan sebelumnya 41 juta kantong. Persediaan saat ini tetap berlimpah karena persediaan kopi yang dipantau ICE pada Selasa naik ke level tertinggi 4-1/2 tahun di 2,484 juta kantong.

Kopi robusta memiliki dukungan pada tanda-tanda pasokan robusta yang lebih kecil setelah Vietnam Desember ekspor kopi robusta turun -6,1% tahunan ke 153,906 MT. Namun  dibatasi oleh perkiraan dari kantor cuaca Vietnam bahwa Dataran Tinggi Tengah Vietnam, daerah penghasil kopi terbesar di negara itu, akan menerima curah hujan normal mulai 22-31 Januari, yang akan meningkatkan hasil kopi robusta di Vietnam, produsen robusta terbesar di dunia .

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup naik 0,05  atau 0,05% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $103,40 per lb.  Namun untuk harga kopi robusta kontrak bulan Januari  naik  7  atau 0,46%  pada posisi  $ 1522 per ton.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat turun lagi  jika mata uang Real retreat dan sentimen laporan proyeksi Rabobank.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here