Kondisi Euro Parah Setelah Pidato Mario Draghi

485

(Vibiznews – Index) – Kurs euro menukik terhadap lawan utamanya pada perdagangan forex hari Kamis yang berakhir beberapa saat lalu (25/01) setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menyampaikan penilaian yang berhati-hati tentang kawasan Euro.

Mario Draghi mengatakan bahwa risiko seputar prospek pertumbuhan ekonomi  kawasan euro telah bergerak ke downside karena ketidakpastian yang berasal dari faktor geopolitik , ancaman proteksionisme dan volatilitas pasar keuangan. Draghi mengakui bahwa data ekonomi baru-baru ini lebih lemah dari yang diperkirakan, sementara ketidakpastian terkait dengan faktor geopolitik dan ancaman proteksionisme membebani sentimen ekonomi.

Dalam konferensi  persnya, Mario Draghi menegaskan bahwa stimulus kebijakan moneter yang signifikan tetap diperlukan untuk kawasan euro untuk mendukung peningkatan tekanan harga domestik lebih lanjut dan perkembangan inflasi dalam jangka menengah. Sehingga menjadi panduan bagi mereka tentang suku bunga ECB yang diperkuat oleh reinvestasi saham yang cukup besar dari aset yang diperoleh.

Mario Draghi juga memperingatkan bahwa risiko yang ada pada prospek pertumbuhan ekonomi kawasan euro telah bergerak ke sisi negatifnya, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ancaman proteksionisme, kerentanan di pasar negara berkembang dan volatilitas pasar keuangan.

Pidato Presiden ECB ini disampaikan bersamaan dengan pengumuman suku bunga ECB berikutnyta, dan dewan kebijakan memutuskan tidak merubah suku bunga ECB di posisi rekor terendah yaitu 0 persen dan suku bunga deposito di -0,40 persen. Tingkat fasilitas pinjaman marjinal adalah 0,25 persen.

Posisi euro telah diperdagangkan lebih rendah sebelum keputusan ECB, dikarenakan data survei sektor swasta mengecewakan untuk Eurozone dan Perancis menunjuk ke melambatnya momentum pertumbuhan di seluruh kawasan. Data survei dari IHS Markit menunjukkan bahwa sektor swasta Zona Euro berkembang pada laju terlemah dalam lima setengah tahun pada awal tahun, dipimpin oleh laju pertumbuhan yang lebih lemah dalam manufaktur dan jasa, menentang harapan untuk perbaikan lebih lanjut.

Indeks PMI flash turun ke level terendah 66-bulan 50,7 dari 51,1 pada bulan Desember. Di Prancis, Indeks PMI  jatuh ke level terendah 50-bulan di 47,9 dari 48,7 di bulan Desember.

Euro kehilangan 0,7 persen ke level terendah 3 minggu di 1,1307 terhadap dolar AS, setelah sempat naik ke 1,1391. Sebelumnya pair EURUSD ini mengakhiri perdagangan Rabu di 1,1382.

Terhadap pound euro terdepresiasi ke 0,8683 yang merupakan level terendah sejak 14 November dan menandai penurunan 0,5 persen dari tertinggi 0,8725 yang terlihat sebelumnya. Pada penutupan hari sebelumnya pair bernilai 0,8707.

Demikian terhadap yen Jepang,  euro menyentuh level terendah mingguan 123,98 melawan yen. Ini turun 0,7 persen dari tertinggi 124,90. Pair EURJPY telah menyelesaikan transaksi sebelumnya di 124,73.

Terhadap Swiss franc, euro mundur dan jatuh ke level terendah 8 hari di 1,1269 setelah sempat naik sebelumnya. Perdagangan hari sebelumnya pair ini berakhir pada posisi  1,1324. Melawan kurs aussie, euro turun ke 1,5945  dari posisi tertinggi 2 minggu di 1,6038. Euro tertekan menembus kerendahan 2 hari di 1,5891.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here