Saham Teknologi Amerika Perkasa Melawan Tekanan Bursa Wall Street

492

(Vibiznews – Index) – Mengakhiri perdagangan saham bursa Amerika Serikat di Wall Street hari Kamis yang ditutup beberapa saat lalu (25/01), ketiga indeks utamanya ditutup bervariasi dan sebagian besar lebih tinggi. Sentimen yang mempengaruhi pasar  datang dari perkembangan perang dagang AS-China serta penutupan operasional pemerintah AS.

Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross diberitakan menyampaikan bahwa China dan AS tidak mendekati untuk mencapai kesepakatan perdagangan dan beliau mengatakan masih jauh sekali dari kesepakatan karena kedua negara memiliki banyak dan banyak masalah. Perjanjian tarif akan dilakukan sebelum awal Maret, jika tidak tarif tambahan AS untuk barang-barang Tiongkok akan berlaku.

Investor sangat mengawasi perkembangan  penutupan operasional pemerintah AS yang sudah memasuki hari ke 34 berturut-turut. Dilaporkan senat memblokir tagihan pada untuk mendanai pemerintah federal. Dan hari sebelumnya Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan bahwa Demokrat akan memblokir Presiden Donald Trump dari menyampaikan pidato kenegaraannya sampai pemerintah dibuka kembali.

Beberapa saat lalu saat penutupan bursa, indeks Dow Jones turun 22 poin atau 0,1% , indeks S&P 500 naik tipis 4 poin atau 0,1% sedangkan Nasdaq naik 48 poin atau 0,7% menjadi 7074. Saham-saham teknologi yang terlihat banyak mendapat untung seperti saham Intel naik hampir 4 persen sementara Lam Research melonjak 14 persen.

Demikian juga saham VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak saham-saham chip  naik 5,8 persen yang merupakan kenaikan satu hari terbesar sejak 23 Maret 2009. Kemudian terdapat juga saham penerbangan yang kuat seperti American Airlines dan JetBlue masing-masing naik lebih dari 5 persen, serta saham Texas Instruments melonjak 6,9 persen. American Airlines dan JetBlue merupakan perusahaan yang membukukan pendapatan lebih baik dari yang diperkirakan, demikian juga Texas Instruments yang melampaui estimasi.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here