Bursa Asia Awal Pekan Dominan Rendah Menantikan Pertemuan Dagang AS-China

611

(Vibiznews – Index) Pasar saham Asia ditutup sebagian besar lebih rendah pada hari Senin (28/01) menantikan putaran baru pembicaraan perdagangan tingkat tinggi AS-China yang akan dimulai akhir pekan ini.

Pasar China daratan kehilangan keuntungan awal mereka untuk ditutup lebih rendah. Indeks Shanghai merosot sekitar 0,18 persen menjadi ditutup pada sekitar 2.596,98. Indeks Shenzhen tergelincir 0,377 persen menjadi ditutup pada 1.314,99.

Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup datar 0,03 persen pada 27576.96, dengan saham raksasa teknologi China Tencent tergelincir lebih dari 0,5 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 0,60 persen menjadi ditutup pada 20.649. Saham Jepang Softbank Group turun lebih dari 1,17 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup sebagian besar datar di 2.177,30 karena saham Samsung Electronics naik 0,67 persen. Namun saham teknologi lainnya melemah. Saham pembuat chip SK Hynix turun 3,75 persen, LG Electronics turun 2,59 persen dan Samsung SDI turun 0,22 persen.

Pasar saham Australia ditutup pada hari Senin untuk hari libur umum.

China akan mengirim delegasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He ke Washington untuk putaran baru perundingan perdagangan tingkat tinggi akhir pekan ini.

Investor akan mengawasi perkembangan penting apa pun terkait perdagangan AS-China, dengan kedua pihak berlomba untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu pada awal Maret.

Menjelang negosiasi perdagangan, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan dia pikir kedua negara membuat banyak kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dan bahwa dia menantikan pembicaraan dengan Liu He, Reuters melaporkan Jumat lalu.

Komentar Mnuchin datang beberapa jam setelah Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan kepada CNBC bahwa AS masih “bermil-mil” untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

The New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menekan sekutu Amerika untuk melarang Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya membangun infrastruktur yang diperlukan untuk implementasi standar nirkabel 5G generasi berikutnya.

Huawei berada di bawah tekanan internasional tentang keamanan teknologinya, yang telah menjadi bagian dari narasi yang lebih besar dalam pertempuran perdagangan AS-China.

Acara penting lainnya untuk pasar pada minggu ini adalah pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mulai Selasa. Ketua Fed Jerome Powell dan anggota FOMC lainnya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, menyusul kenaikan pada bulan Desember.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa AS yang berpotensi menguat dengan dibukanya kembali penutupan pemerintahan AS. Namun perkembangan pertemuan dagang AS-China masih menjadi sentimen yang menggerakkan pasar.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here