Harga Minyak Melemah di Sesi Eropa Tertekan Sentimen Negatif

741

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak masih melemah di sesi Eropa, turun lebih 1 persen pada hari Senin (28/01) tertekan sentimen negatif dimana perusahaan-perusahaan AS menambah kilang untuk pertama kalinya tahun ini dan tanda-tanda tambahan perlambatan ekonomi China.

Harga minyak mentah berjangka AS berada di $ 52,84 per barel, turun 85 sen, atau 1,58 persen.

Harga minyak mentah berjangka internasional Brent berada di $ 60,74 per barel pada 0804 GMT, turun 90 sen, atau 1,46 persen.

Produksi minyak mentah AS yang tinggi, yang naik ke rekor 11,9 juta barel per hari akhir tahun lalu, telah membebani pasar minyak kata para pedagang.

Tanda kenaikan produksi semakin kuat dengan perusahaan-perusahaan energi A.S. minggu lalu menaikkan jumlah kilag mencari minyak baru untuk pertama kalinya pada 2019 menjadi 862, sebuah penambahan 10 kilang, demikian perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan dalam laporan mingguannya pada hari Jumat.

Konsumsi minyak telah meningkat terus, dan kemungkinan akan rata-rata di atas 100 juta barel per hari untuk pertama kalinya pada 2019, sebagian besar didorong oleh ledakan di China.

Namun perlambatan ekonomi global di tengah perselisihan perdagangan antara Washington dan Beijing membebani ekspektasi pertumbuhan permintaan bahan bakar.

Penghasilan di perusahaan-perusahaan industri China menyusut selama dua bulan berturut-turut pada Desember karena aktivitas pabrik yang lesu, menambah tekanan pada ekonomi terbesar kedua di dunia, yang melaporkan laju pertumbuhan paling lambat untuk tahun lalu sejak 1990.

China sedang berusaha membendung perlambatan dengan langkah-langkah stimulus fiskal yang agresif. Tetapi ada kekhawatiran bahwa langkah-langkah ini mungkin tidak memiliki efek yang diinginkan karena ekonomi China sudah sarat dengan hutang besar dan beberapa langkah pengeluaran pemerintah yang lebih besar mungkin tidak banyak digunakan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun terpicu kekuatiran peningkatan produksi AS. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 52,30-$ 51,80, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 53,30-$ 53,80.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here