Survei Terakhir: Para Ekonom Prediksi Ekonomi AS 2019 Melambat

438

(Vibiznews – Economy) – Para pengamat disebutkan kurang optimis terhadap ekspansi ekonomi A.S. tahun ini, meskipun mereka hampir semua sepakat berekspektasi bahwa resesi masih dapat dipertahankan sampai setidaknya tahun 2020, demikian survei dari National Association for Business Economics (NABE), sebagaimana dilansir Bloomberg hari ini (28/01).

Dua pertiga responden memprakirakan pertumbuhan ekonomi A.S. akan melebihi 2 persen tahun 2019 ini, turun dari 90 persen pada survei sebelumnya di kuartal ketiga 2019, yang disampaikan melalui survei kepada 106 anggota NABE.

“Setelah melewati satu tahun belanja modal yang kuat, investasi bisnis sekarang sedikit mendingin, dan ekspektasi untuk tiga bulan ke depan juga berkurang,” demikian disampaikan Presiden NABE Kevin Swift, kepala ekonom di American Chemistry Council, dalam rilis pernyataan bersama dengan survei.

Rilis laporan terakhir juga menunjukkan bahwa manufaktur AS merosot pada bulan Desember, sementara sentimen konsumen telah melemah karena perang dagang AS-China dan ketidakpastian yang muncul akibat rekor shutdown pemerintahan.

Di tempat lain, JPMorgan Chase & Co. dan Barclays Plc keduanya sudah memangkas proyeksi pertumbuhan kuartal pertama 2019 di pekan lalu, sambil menyebutkan ini dampak dari partial shutdown, demikian dikutip dari Bloomberg (28/01).

Analis Vibiznews melihat prospek melambatnya pertumbuhan ekonomi AS ditambah lambatnya pertumbuhan China –di level 28 tahun terendahnya- akan menekan perekonomian global mengingat keduanya adalah ekonomi terbesar pertama dan kedua di dunia.

Untuk Indonesia, yang perlu diwaspadai adalah prospek kinerja ekspor kita. Dengan kemungkinan penurunan volume ekspor pada kedua negara besar tersebut, diversifikasi target pasar ekspor selain mereka harus terus digenjot.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here