Bursa Asia 29 Januari Mixed; Pasar China dan Australia Terperosok

647

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Asia sebagian besar lebih rendah pada hari Selasa (29/01) terpicu kekhawatiran baru atas perlambatan ekonomi Tiongkok dan ketegangan perdagangan yang baru membebani sentimen investor.

Pasar China daratan tergelincir dengan indeks Shanghai turun 0,1 persen menjadi ditutup pada 2.594,25, dan indeks Shenzhen turun 1,114 persen menjadi ditutup pada 1.300,34. Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,16 persen pada 27531.68.

Namun indeks Nikkei 225 Jepang pulih dari kerugian sebelumnya untuk ditutup sedikit lebih tinggi pada 20.664,64 sementara indeks Topix naik 0,1 persen menjadi berakhir pada 1.557,09, karena saham Softbank Group melambung 1,54 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan juga berbalik untuk ditutup lebih tinggi sebesar 0,28 persen pada 2.183,36.

Indeks ASX 200 di Australia tergelincir 0,53 persen menjadi ditutup pada 5.874,2. Subindex keuangan turun 1,67 persen karena saham-saham yang disebut Empat Bank Besar Australia mengalami kerugian. Australia and New Zealand Banking Group turun 2,33 persen, Commonwealth Bank of Australia tergelincir 1,64 persen, Westpac turun 2,28 persen sementara National Australia Bank turun 1,94 persen.

Departemen Kehakiman AS mengajukan tuntutan pidana pada hari Senin untuk secara resmi meminta ekstradisi Meng Wanzhou, chief financial officer raksasa telekomunikasi China Huawei.

Departemen Kehakiman juga mengumumkan tuduhan Senin terhadap Huawei karena diduga mencuri rahasia dagang dari T-Mobile. Tuduhan berasal dari gugatan rahasia perdagangan sipil yang diajukan oleh T-Mobile pada tahun 2014 atas robot yang disebut “Tappy,” yang digunakan dalam pengujian smartphone.

Meng, yang juga merupakan putri pendiri dan presiden Huawei Ren Zhengfei, ditangkap pada 1 Desember di Vancouver. Penangkapannya memicu serangkaian pertukaran yang menegangkan antara China dan Kanada tentang kemungkinan bahwa ia dapat ditransfer ke AS.

Seorang juru bicara di kementerian industri dan teknologi informasi China mengatakan Selasa bahwa dakwaan pemerintah AS terhadap Huawei tidak adil dan tidak bermoral, lapor Reuters. Kementerian luar negeri Cina juga mengimbau AS untuk menghentikan penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan China, menurut Reuters.

Perkembangan terakhir terjadi menjelang putaran baru perundingan perdagangan tingkat tinggi antara kedua kekuatan ekonomi yang terkunci dalam perang perdagangan yang sedang berlangsung.

Kantor Berita Xinhua milik pemerintah melaporkan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He tiba di Washington D.C. pada hari Senin untuk pembicaraan ekonomi dan perdagangan. Gubernur bank sentral China Yi Gang juga merupakan bagian dari delegasi Liu ke AS, menurut laporan itu.

Delegasi Tiongkok akan ditemani oleh tim dari Washington yang dipimpin oleh Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, dengan negosiasi yang akan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis.

Dalam perdagangan semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average merosot 208,98 poin menjadi ditutup pada 24.528,22 sementara S&P 500 tergelincir 0,8 persen untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 2.643,85. Nasdaq Composite turun 1,1 persen menjadi ditutup pada 7.085,68.

Kerugian di Amerika Serikat dipimpin oleh proyeksi yang lemah dari Caterpillar dan Nvidia, yang memicu kekhawatiran tentang ekonomi China yang melambat bahkan ketika Beijing telah berusaha untuk merangsang ekonomi yang telah menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan.

Caterpillar, yang dianggap sebagai penentu arah untuk perdagangan global mengingat perusahaan itu terpapar ke pasar luar negeri, mengutip permintaan yang lebih rendah di China untuk penurunan penjualan di wilayah Asia Pasifik.

Pembuat chip Nvidia mengatakan memburuknya kondisi ekonomi makro, khususnya di China, berdampak pada permintaan untuk unit pemrosesan grafisnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa AS yang berpotensi menguat jika terdapat sentimen positif terkait pertemuan dagang AS dan China yang berlangsung di Washington.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here