Bursa Asia 30 Januari Berakhir Mixed Menantikan Pertemuan Dagang AS-China

572

(Vibiznews – Index) Pasar saham Asia ditutup bervariasi pada hari Rabu (30/01) menantikan dimulainya pembicaraan perdagangan AS-China.

Pasar China daratan tergelincir kembali ke wilayah negatif. Indeks Shanghai tergelincir sekitar 0,72 persen menjadi 2.575,58 sedangkan indeks Shenzhen juga turun 1,279 persen menjadi 1.283,71.

Indeks Hang Seng Hong Kong berakhir lebih tinggi sekitar 0,4 persen pada 27642.85, dengan saham raksasa teknologi China Tencent turun 0,29 persen.

Indeks Nikkei 225 Jepang tergelincir 0,52 persen menjadi ditutup pada 20.556,54 sementara Topix turun 0,41 persen untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 1.550,76.

Sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 1,05 persen menjadi ditutup pada 2.206,20 karena saham LG Display turun 3,66 persen setelah perusahaan mengatakan pengiriman panelnya untuk kuartal pertama diperkirakan menurun karena permintaan musiman lemah.

Indeks ASX 200 Australia naik 0,21 persen menjadi ditutup pada 5.886,70 karena subindeks bahan naik 2,14 persen, dengan saham penambang utama Australia naik. Rio Tinto melonjak 4,51 persen, Fortescue Metals Group melonjak 7,75 persen dan BHP Billiton naik 2,55 persen.

Investor mengawasi perkembangan pembicaraan perdagangan AS-China, dengan negosiasi tingkat tinggi akan dimulai nanti di Amerika Serikat.

Wakil Perdana Menteri China Liu He dijadwalkan bertemu para pejabat A.S. pada hari Rabu dan Kamis, di tengah-tengah tuntutan Washington terhadap raksasa telekomunikasi Beijing, Huawei.

Pelaku pasar khawatir gertakan terhadap Huawei dapat merusak peluang dua ekonomi terbesar dunia mencapai kesepakatan perdagangan yang komprehensif.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada hari Selasa, bahwa Presiden AS Donald Trump cukup optimis tentang China dan AS mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret.

Sementara itu Federal Reserve AS akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya setelah pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga yang diumumkan Rabu sore di Amerika Serikat hampir nol, menurut alat FedWatch CME Group.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan mencermati pergerakan bursa AS yang berpotensi menguat jika terdapat sentimen positif terkait pertemuan dagang AS dan China yang berlangsung di Washington.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here