Harga Minyak Naik Terpicu Gangguan Pasokan Venezuela

552

(Vibznews – Commodity) Harga minyak naik pada hari Rabu (30/01) terpicu kekhawatiran gangguan pasokan pasca sanksi A.S. terhadap industri minyak Venezuela mengatasi prospek ekonomi global yang semakin suram.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 53,40 per barel, naik 49 sen atau 0,92 persen.

Harga minyak mentah berjangka internasional Brent naik 60 sen atau 0,98 persen menjadi $ 61,92 per barel.

Kenaikan mengikuti lonjakan harga 2 persen di sesi sebelumnya, ketika pasar mencerna sanksi AS untuk ekspor minyak Venezuela.

Washington pada Senin mengumumkan sanksi ekspor terhadap perusahaan minyak Venezuela milik negara PDVSA, membatasi transaksi antara perusahaan AS yang melakukan bisnis dengan Venezuela melalui pembelian minyak mentah dan penjualan produk olahan.

Sanksi tersebut bertujuan untuk membekukan hasil penjualan dari ekspor PDVSA sekitar 500.000 barel per hari (bpd) minyak mentah ke Amerika Serikat.

Meskipun langkah itu mendorong harga minyak, pasar tampak relatif santai karena sanksi hanya memengaruhi pasokan Venezuela ke Amerika Serikat.

Analis lain juga menunjuk kelemahan ekonomi yang mengalahkan pembatasan pasokan sukarela oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang bertujuan memperketat pasar.

Pertumbuhan ekonomi global dan konsumsi bahan bakar diperkirakan melambat tahun ini di tengah perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China, dua ekonomi terbesar di dunia.

Para pejabat dari Washington dan Beijing akan meluncurkan putaran pembicaraan perdagangan baru pada hari Rabu di tengah perbedaan atas tuntutan AS untuk reformasi ekonomi struktural dari Beijing yang akan membuat sulit untuk mencapai kesepakatan sebelum kenaikan tarif AS pada 2 Maret yang telah diumumkan jika tidak ada kesepakatan tercapai.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik terpicu pengenaan sanksi AS terhadap Venezuela. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 52,80-$ 53,30, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 51,80-$ 51,30.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here