Gula Berjangka Dunia Sudah 2 Hari Berturut Melempem

550

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula berjangka  yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York  hari Rabu yang ditutup hari Kamis (31/01) turun lagi menuju posisi terendah 2 pekan setelah perdagangan sebelumnya retreat. Demikian juga perdagangan gula putih berjangka di ICE  London lanjutkan tekanan.

Harga gula bergerak lebih rendah setelah Asosiasi Perdagangan Gula India mengatakan bahwa pabrik gula India harus meningkatkan produksi untuk mendorong ekspor. Stok gula India tahun 2018 hampir dua kali lipat menjadi 15,4 MMT pada 31 Desember karena rekor keluaran dan kontrak ekspor gula India hanya mencapai 1,5 MMT pada musim ini, di bawah kuota ekspor pemerintah sebesar 5 MMT untuk 2018/19.

Produksi gula India 2018/19 diperkirakan naik 5,3% y/y ke rekor 35,9 MMT, menurut proyeksi USDA, yang akan menempatkan produksi gula India di atas produksi Brasil untuk pertama kalinya dalam 15 tahun. USDA memproyeksikan bahwa produksi gula Brasil 2018/19 akan turun 21,6% y/y menjadi 30,1 MMT.

Namun tekanan terhadap harga gula tertahan karena harga minyak mentah bergerak lebih tinggi dan karena real Brasil naik ke level tertinggi 2 minggu terhadap dolar, yang menghambat ekspor oleh produsen gula Brasil.

Harga gula mentah akhir perdagangan bursa New York sedang turun  0,16  atau 1,26% pada harga $ 12,53  per lb untuk kontrak berjangka Maret 2019. Demikian juga dengan harga gula putih kontrak Maret yang terpantau  di bursa London sekarang sedang turun  3,30  atau 0,96% pada harga $339.30.

Di pasar gula berjangka masih terdapat sentimen positif  dari produksi gula yang lebih kecil di Brasil setelah data dari Unica Rabu lalu menunjukkan bahwa produksi gula Tengah-Selatan 2018/19 hingga pertengahan Januari turun 26,5% y/y di 26,350 MMT, dengan persentase tebu yang digunakan untuk produksi gula turun menjadi 35,5% dari 46,9% tahun lalu dan persentase tebu yang digunakan untuk produksi etanol naik menjadi 64,5% dari 53,1% tahun lalu.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula berpotensi naik kembali oleh proyeksi rally harga minyak dunia.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here