Preview Keputusan The Fed Awal Tahun Baru

378

(Vibiznews-Forex) Federal Reserve akan mengumumkan keputusannya yang pertama pada tahun 2019 sebentar lagi yang diikuti dengan konferensi pers dari Gubernur Fed Jerome Powell.

Balik ke bulan Desember 2018, the Fed menaikkan tingkat bunga sebagaimana yang diperkirakan dan juga menurunkan perkiraan untuk tahun 2019: dari tiga kenaikan menjadi dua kenaikan. Ini kelihatannya seperti kenaikan yang “dovish”, namun pasar telah memperkirakan proyeksi penurunan dari tingkat bunga yang lebih dalam. Dolar AS naik atas narasi kenaikan yang “hawkish”.

Pasar saham lebih banyak terpengaruh oleh komentar yang dibuat oleh Powell pada konferensi pers yang mengikuti pengumuman keputusan. Dia berkata bahwa program untuk mengurangi neraca akan berlanjut “autopilot”.

Cukup banyak perubahan sejak pertengahan bulan Desember. Powell mulai berbicara mengenai “kesabaran” di dalam menaikkan tingkat bunga. Perkataannya digemakan oleh para koleganya. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic bahkan menyarankan the Fed bisa memangkas tingkat bunga. Powell juga mengubah taktik atas neraca.

Kenapa neraca penting?

The Fed secara bertahap menyusutkan ukuran dari neraca dengan tidak menginvestasikan kembali semua hasil dari obligasi yang telah jatuh tempo. Dengan perkataan lain, bank sentral sedang menarik uang dari pasar atau melakukan kebalikan dari program Quantitative Easing. Skema Quantitative Tightening yang baru ini berarti berkurangnya penempatan uang di saham dan lebih sedikit jumlah dolar yang beredar, yang berakibat naikknya nilai dolar AS. Dengan kelihatannya tanda-tanda perlambatan ekonomi, sebagian orang memperkirakan the Fed tidak hanya menghentikan menaikkan tingkat bunga namun juga menghentikan mengurangi neraca.

Dan juga mengenai neraca, gubernur Fed mengatakan bahwa rencananya bisa dimodifikasi, menyimpang dari komentarnya yang “autopilot”. Sementara dolar AS turun karena komentarnya, hal ini dinilai sebagai asal bicara terhadap pilihan yang sedemikian teoritis, tidak ada yang segera.

Lalu datanglah laporan dari Wall Street Journal pada hari Jumat. Media public yang dipandang tinggi ini mengatakan bahwa the Fed sedang mempertimbangkan untuk memperpendek rencana untuk mengurangi neraca. Sementara sumber-sumber yang mengatakan demikian berbicara mengenai alasan-alasan tehnikal, pergerakan semacam itu memiliki implikasi yang signifikan terhadap pasar.

Berita yang datang lima hari menjelang dari pengumuman FOMC, memiliki dua efek: Pertama, greenback jatuh sebagaimana yang pernah terjadi pada waktu Powell berkomentar. Kedua, efeknya adalah bahwa topik ini akan menjadi topik pembicaraan menjelang keputusan diumumkan.

Apa yang harus diperhatikan untuk pertemuan malam ini?

The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan tingkat bunga. Pendekatannya bertahap, dan tidak akan mengubah kebijakan tanpa membuat perkiraannya. Pernyataan yang keluar kemungkinan mengulangi pesan-pesar yang telah diketahui sebelumnya. The Fed puas dengan situasi “employment” yang “excellent”, inflasi yang stabil, namun agak prihatin dengan perumahan dan ekonomi global.

Mereka kemungkinan akan terus berbicara mengenai kebijakan normalisasi namun kemungkinan tidak mengandung petunjuk mengenai pertemuan bulan Maret. Pasar akan mengasumsikan bahwa pendekatan “bersabar” berarti tidak ada perubahan pada bulan Maret. Fokus akan kembali ke tingkat bunga pada pertemuan bulan Maret nanti, ketika “dot-plot”.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here