Bursa Asia Mixed; Bursa Tiongkok Terangkat Harapan Positif Perdagangan AS-China

1181
indeks shanghai

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Asia berakhir mixed Jumat di awal bulan Februari (01/02). Bursa Saham di China mencatat kenaikan kuat terpicu meningkatnya harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China.

Pasar China daratan menguat. Indeks Shanghai naik 1,3 persen menjadi ditutup pada sekitar 2.618,23. Indeks Shenzhen juga naik lebih tinggi sebesar 2,765 persen menjadi ditutup pada sekitar 1.309,99.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,04 persen pada 27930,74.

Kenaikan bursa China mengabaikan melemahnya data manufaktur China. Sebuah survei pada sektor manufaktur swasta China pada hari Jumat menunjukkan bahwa aktivitas pabrik mengalami kontraksi pada bulan Januari. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Caixin / Markit (PMI) berada di 48,3 di Januari, dibandingkan dengan 49,7 di Desember. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PMI Caixin menjadi 49,5 bulan lalu.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup sedikit lebih tinggi pada 20.788,39 sedangkan indeks Topix turun 0,18 persen untuk menyelesaikan hari perdagangan di 1.564,63, dengan saham Fast Retailing naik 1,97 persen. Namun Nintendo jatuh 9,19 persen setelah perusahaan memangkas perkiraan penjualan untuk konsol game Switch di tahun fiskal yang berakhir Maret 2019.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup sedikit lebih rendah pada 2.203,46.

Di Australia, indeks ASX 200 mengakhiri hari perdagangannya sebagian besar datar di 5.862,8. Subindex material naik 0,34 persen karena saham penambang utama naik. Rio Tinto naik 0,6 persen, Fortescue Metals Group melonjak 3,36 persen dan BHP Billiton naik 0,49 persen.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Kantor Oval pada hari Kamis bahwa ia berharap untuk mencapai kesepakatan dengan China sebelum batas waktu Maret. Trump juga mengatakan Presiden Cina Xi Jinping mengatakan kepadanya dalam sebuah surat bahwa ia berharap kedua belah pihak akan dapat bertemu di tengah jalan pada perjanjian perdagangan sebelum batas waktu.

Komentar itu datang pada hari yang sama ketika AS dan China mengakhiri dua hari perundingan tingkat tinggi di Washington.

Dua sumber juga mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis bahwa pejabat AS dan Cina berbicara tentang mengatur pertemuan antara Trump dan Xi untuk akhir Februari.

Sementara itu, saham di Amerika Serikat bulan Januari ditutup terbaik dalam tiga dekade di tengah pendapatan yang kuat. S&P 500 melonjak 7,87 persen, kinerja Januari terbaik sejak 1987, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 7,17 persen dalam sebulan – kenaikan Januari terbesar dalam 30 tahun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan bergerak naik dengan harapan positif kesepakatan perdagangan AS-China. Namun juga akan mencermati pergerakan bursa AS yang malam nanti akan ditentukan oleh hasil data Non Farm Payrolls Januari.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here