Dolar AS Keluar Dari Jurang Terburuk 3 Pekan

394

(Vibiznews – Economy) – Mengakhiri perdagangan forex hari Kamis beberapa saat lalu di hari Jumat (1/02) dolar AS berhasil keluar dari posisi terburuknya dalam 3 pekan dengan kenaikan yang tipis terhadap rival-rival utamanya kecuali terhadap yen dan aussie dolar. Aussie rally oleh perkembangan terbaru perbincangan perdagangan AS-China.

Kurs aussie dalam pair AUDUSD melaju ke puncak tertingginya dalam 9 pekan oleh kuatnya sentimen positif  pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He yang berusaha mencapai kesepakatan dan akan meredakan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Presiden Trump mengatakan bahwa negosiasi perdagangan antara kedua negara berjalan dengan baik dan bahwa Cina ingin membuat kesepakatan. Dia juga mentweeted bahwa kesepakatan akhir akan meninggalkan tidak ada yang belum terselesaikan tetapi tawar-menawar hanya bisa dilakukan setelah dia bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatannya terhadap semua rival utamanya di akhir sesi Amerika berada di posisi 95.55 atau menguat sekitar 0,12 persen dari akhir perdagangan sebelumnya. Indeks sempat menyentuh posisi tinggi di 95.62 dan turun ke posisi terendah dalam 3 pekan yaitu di 95.16.

Terjunnya dolar ke posisi terendah 3 pekan tersebut dipicu oleh pernyataan dovish dari Federal Reserve AS mengakibatkan dolar kehilangan kekuatan terhadap rivalnya. Fed menyatakan akan bersabar untuk normalisasi kebijakan moneter selanjutnya.

Terhadap Yen Jepang, dolar melemah ke level terendah dua minggu dan ditutup turun 0,04 persen. Demikian terhadap aussie dolar anjlok sekitar 0,2 persen. Namun terhadap Euro, dolar menguat sekitar 0,3% dan terhadap Pound Sterling Inggris naik 0,05%.

Dalam berita ekonomi hari ini, sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja mengatakan klaim pengangguran awal melonjak hingga 253.000 dalam pekan yang berakhir 26 Januari, meningkat 53.000 dari tingkat revisi 200.000 minggu sebelumnya.
Dengan kenaikan yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan, klaim pengangguran mencapai level tertinggi sejak mencapai 254.000 pada September 2017.

Sementara itu, laporan terpisah dari Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan rumah baru meningkat lebih dari yang diperkirakan pada bulan November. Laporan itu mengatakan penjualan rumah baru melonjak 16,9% ke tingkat tahunan 657.000 pada November setelah turun 8,3% ke tingkat revisi 562.000 pada Oktober.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here