Euro dalam EURUSD Berusaha Keluar dari Jurang Terburuk 1 Pekan

333

(Vibiznews – Forex) – Mengamati perkembangan perdagangan mata uang euro terhadap dolar AS di pasar Amerika hari Selasa (5/02) berusaha bangkit dari pukulan sebelumnya hingga terjun ke posisi terendah dalam 1 pekan. Terpantau minat beli terhadap dolar AS mulai terpangkas jelang rilis data makro AS yang diperkirakan lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Sejak awal sesi Asia posisi kurs euro alami tekanan jual yang cukup besar yang didorong oleh aliran data ekonomi kawasan Euro yang buruk pada periode terakhir. Sejak rilis data GDP Q42018 pekan lalu mengecewakan, posisi kurs euro mendapat sentimen negatif pasar karenanya yang didukung mengecewakan rilis data makro terakhir.

Namun masuki sesi Amerika dirilis data Final service PMI untuk negara kawasan Euro yang secara tak terduga naik menjadi 51,2 selama bulan pertama tahun ini (dari 50,8 bulan sebelumnya). Namun dibayangi oleh buruknya data penjualan eceran di wilayah tersebut yang berkontraksi 1,6% secara bulanan pada bulan Desember.

Setelah pair dibuka pada posisi 1.1436 pada awal sesi Asia dan sempat menyentuh posisi terendah di 1.1411, kini pair berada di posisi 1.1430 atau turun sekitar 0,03 persen dari perdagangan sebelumnya dan bersiap mendaki ke posisi kuat 1.1440 sebelum mencapai resisten kuatnya.

Untuk perdagangan selanjutnya investor dapat melihat rilis data ISM non manufacturing Amerika Serikat sebagai penggerak dolar AS selanjutnya. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan jika pair naik berhasil tembus 1.1440 maka pair akan lanjut mendaki kisaran resisten kuatnya di 1.1450 hingga 1.1470. Namun jika berbalik turun lagi pair  meluncur ke support 1.1411 dan jika tembus lanjut ke posisi support lemahnya di 1.1400 – 1.1377.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here