Harga Kopi Arabika dan Robusta Terancam Penumpukan Pasokan Global

738

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York dan kopi Robusta di ICE London  pada akhir perdagangan  hari Rabu (06/02)  ditutup lebih rendah dari akhir perdagangan sebelumnya yang kuat. Penurunan harga dipicu oleh tanda-tanda pasokan besar dan kondisi cuaca yang baik.

Dari sisi kondisi cuaca yang baik, Somar Meteorologia memperkirakan hujan untuk daerah penghasil kopi Brasil minggu ini. Untuk tanda-tanda pasokan kopi yang lebih besar datang dari laporan  Federasi Petani Kopi Columbus  bahwa ekspor kopi Januari dari Columbia, produsen arabika terbesar kedua di dunia, naik  14,3% y/y menjadi 1.204 juta kantong. Federasi Petani Kopi Columbus juga memproyeksikan bahwa produksi kopi 2019 Columbia akan meningkat   2,9% y/y menjadi 14 juta kantong.

Akhir pekan lalu harga kopi arabika  naik ke level tertinggi 1 minggu di Brasil terkait kekhawatiran tanaman kopi setelah Somar Meteorologia melaporkan bahwa curah hujan di Minas Gerais, wilayah penghasil kopi terbesar di Brasil, hanya 5 mm dalam seminggu terakhir, atau 13% lebih rendah dari  rata-rata.

Demikian juga harga kopi robusta  menguat ke tertinggi 1-3/4 bulan Jumat lalu di tengah kekhawatiran kekeringan di Vietnam, produsen kopi robusta terbesar di dunia, setelah Pusat Peramalan Hidro-Meteorologi Vietnam mengatakan, Dataran Tinggi Tengah Vietnam, wilayah penghasil kopi terbesar Vietnam, akan tidak menerima hujan selama 1-10 Februari dan mungkin mendapatkan curah hujan kurang dari 10 mm untuk seluruh bulan Februari.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup turun 0,75 atau 0,71% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $104,85 per lb.  Demikian juga harga kopi robusta kontrak bulan Januari turun 21 atau 1,35%  pada posisi  $ 1539 per ton.

Sentimen negatif lainnya untuk harga kopi sudah ada pada awal pekan oleh laporan persediaan kopi yang berlimpah setelah Organisasi Kopi Internasional (ICO) pada hari Senin melaporkan bahwa ekspor kopi global selama Oktober-Desember naik  8,1% per tahun pada 30,9 juta kantong.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat turun lagi oleh laporan ICO tersebut yang juga diperkuat oleh tingginya nilai dolar AS.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here