Harga Minyak Turun Terpicu Peningkatan Pasokan AS

669

(Vibiznews – Commodity) Harga Minyak turun pada hari Rabu (06/02) setelah laporan kenaikan dalam persediaan minyak mentah AS, sementara kekhawatiran tentang dampak sanksi AS terhadap Venezuela pada pasokan global berkurang.

Persediaan minyak mentah AS naik 2,5 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan pada hari Selasa. Laporan pasokan resmi pemerintah akan dirilis hari Rabu malam ini.

Harga minyak mentah berjangka AS turun 11 sen atau 0,20 persen menjadi $ 53,55 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot 11 sen atau 0,18 persen menjadi $ 61,87 per barel, setelah rally sekitar 15 persen pada Januari.

AS mengumumkan sanksi terhadap perusahaan minyak negara Venezuela pekan lalu, sebuah langkah yang dapat membatasi pasokan tetapi pengembangannya belum mendorong harga naik tajam.

Kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China juga telah membebani sentimen. Minyak turun pada Selasa setelah survei menunjukkan ekspansi bisnis zona Eropa hampir terhenti pada Januari.

Presiden A.S. Donald Trump mengatakan dalam pidato State of the Union-nya bahwa kesepakatan perdagangan dengan China dimungkinkan. Pejabat senior AS dan China siap untuk memulai putaran pembicaraan berikutnya minggu depan.

Pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, termasuk Rusia, telah mendukung harga.

Aliansi produsen, yang dikenal sebagai OPEC +, mulai memotong produksi dari bulan lalu untuk mencegah kelebihan pasokan baru. OPEC telah memberikan hampir tiga perempat dari pengurangan yang dijaminkannya, sebuah survei Reuters menunjukkan.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS yang dirilis EIA, yang diindikasikan terjadi peningkatan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah jika data persediaan minyak mentah mingguan EIA terealisir meningkat. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 53,00-$ 52,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 54,00-$ 54,50.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here