Kopi Brasil Tahun 2017/18 Laku Keras, Harga Kopi Arabika dan Robusta Sedang Naik

495

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York dan kopi Robusta di ICE London  pada akhir perdagangan  hari Kamis (07/02)  ditutup lebih tinggi  di tengah tanda-tanda permintaan yang lebih kuat di Brasil yang dibayangi oleh anjloknya mata uang Real.

Pemerintah Brasil melaporkan penggunaan kopi domestik Brasil 2017/18 melonjak   4,2% y/y menjadi 21 juta kantong. Faktor pendukung lainnya adalah 11% penurunan tahunan ekspor kopi Jan ke 207.095 kantong, pertanda pasokan lebih kecil. Kenaikan harga dibatasi oleh anjloknya Real Brasil ke level terendah 1 minggu terhadap dolar, yang mendorong ekspor dari produsen kopi Brasil.

Sentimen negatif untuk harga kopi yaitu tanda-tanda persediaan kopi yang lebih besar  setelah Federasi Petani Kopi Kolombia mengatakan bahwa ekspor kopi Jan dari Columbia, produsen arabika terbesar kedua di dunia, naik 14,3% y/y menjadi 1.204 juta kantong. Federasi Petani Kopi Columbus juga memproyeksikan bahwa produksi kopi 2019 Columbia akan meningkat 2,9% y/y menjadi 14 juta kantong.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup naik  0,65  atau 0,62% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $105,50 per lb.  Demikian juga harga kopi robusta kontrak bulan Januari naik  21 atau 1,37%  pada posisi  $1555 per ton.

Akhir pekan lalu harga kopi arabika  naik ke level tertinggi 1 minggu di Brasil terkait kekhawatiran tanaman kopi setelah Somar Meteorologia melaporkan bahwa curah hujan di Minas Gerais, wilayah penghasil kopi terbesar di Brasil, hanya 5 mm dalam seminggu terakhir, atau 13% lebih rendah dari  rata-rata.

Kopi robusta juga menguat ke tertinggi 1-3/4 bulan Jumat lalu di tengah kekhawatiran kekeringan di Vietnam, produsen kopi robusta terbesar di dunia, setelah Pusat Peramalan Hidro-Meteorologi Vietnam mengatakan, Dataran Tinggi Tengah Vietnam, wilayah penghasil kopi terbesar Vietnam, akan tidak menerima hujan selama 1-10 Februari dan mungkin mendapatkan curah hujan kurang dari 10 mm untuk seluruh bulan Februari.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat naik lagi oleh proyeksi kenaikan mata uang Real Brasil.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here