Preview Keputusan Bank of England

482

(Vibiznews-Forex) Hari Kamis, selain keputusan tingkat bunga dan risalah pertemuan, ini adalah “Hari Kamis Super” dimana Bank of England akan juga mempublikasikan Laporan Inflasi Kuartalan. Meningkatnya ketidakpastian disekitar Brexit membayangi segala sesuatu. BOE bisa menaikkan tingkat bunga dari level sekarang di 0.75% apabila isu Brexit telah berhasil diselesaikan. Upah riil meningkat, lapangan pekerjaan banyak, inflasi diatas 2%. Namun, jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, ekonomi akan terjun bebas.

Diperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan dan pemungutan suara di dalam komite kebijakan moneter kemungkinan akan aklamasi: kesembilan-sembilannya setuju untuk tidak mengadakan perubahan. Sebegitu jauh, BOE berasumsi Brexit yang mulus. Apakah masih begitu halnya? Carney bisa jadi tetap mempertahankan asumsi optimistik, namun bisa juga mengejutkan dengan pewahyuan mengenai tidak adanya kesepakatan di dalam Brexit.

Monetary Policy Committee (MPC) dari Bank of England diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah sama seperti yang dilakukan pada bulan November dan Desember tahun lalu dengan tingkat bunga bank berada pada 0.75% dan persediaan pembelian assets sebesar £435 miliar.

Tidak banyak pilihan bagi MPC saat ini dengan tingginya ketidakpastian Brexit karena Dewan Perwakilan Rakyat menolak proposal Brexit pemerintah dan Perdana Menteri Inggris masih tidak memiliki variasi yang aman terhadap proposal saat ini dengan para partner di Uni Eropa.

Sementara tetap mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah, Bank of England kemungkinan akan menyuarakan sekali lagi resiko dari tidak adanya kesepakatan Brexit dan mengatakan bahwa ketidak adanya kesepakatan Brexit bukanlah sebagai skenario yang paling mungkin terjadi.

Dengan adanya penurunan di dalam harga minyak dan kondisi pasar tenaga kerja Inggris yang ketat, Gubernur Bank of England Mark Carney diperkirakan akan merevisi perkiraan inflasi jangka pendek turun sementara tetap melekat istilah “bertahap dan terbatas” untuk outlook tingkat bunga bank.

Bank of England menghadapi dua tren yang kontradiksi yang berhubungan dengan target kebijakan utama, inflasi. Harga minyak yang jatuh pada kuartal terakhir 2018 sedang menekan inflasi umum turun dalam jangka pendek sementara pasar tenaga kerja Inggris ketat dengan tingkat pengangguran berada pada tingkat terendah selama 4 dekade dan upah Inggris naik dengan kecepatan tercepat selama satu dekade.

Sementara Bank of England kemungkinan akan menurunkan outlook inflasi jangka pendeknya dan mengatakan bahwa hal itu adalah sementara, outlook inflasi jangka panjang kemungkinan besar digerakkan oleh naiknya upah.

Dengan ketidakpastian Brexit membebani aktifitas ekonomi dan indikator yang mengarah ke depan seperti PMI menunjuk kepada penurunan tajam di dalam aktifitas ekonomi Inggris dengan order-order baru dan ekspor turun, Bank of England kemungkinan besar akan melekat kepada kebijakan satu kenaikan tingkat bunga setahun yang membuat laporan inflasi bulan Mei menjadi kandidat terpanas untuk kenaikan tingkat bunga pada tahun 2019.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here