Profit Taking Serang Bursa Wall Street, Saham Top Teknologi Ambruk

639
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Mengakhiri  perdagangan saham Amerika di bursa Wall Street hari Rabu pada hari Kamis  pagi (7/02), indeks utama ditutup melemah tipis oleh sentimen pasar  mencerna hasil laba triwulanan perusahaan-perusahaan terdaftar yang beragam serta pidato Presiden Donald Trump dalam State of the Union.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 21,22 poin lebih rendah pada 25.390,30 yang  mengakhiri kemenangan beruntun tiga hari. Indeks S&P 500 turun 0,22 persen menjadi 2.731,62, menghentikan kenaikan beruntun lima hari, sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 0,36 persen menjadi 7.3735,28.

Saham perusahaan yang terkait teknologi seperti Facebook, Amazon, Netflix dan Google-parent Alphabet semuanya  turun setidaknya 0,36 persen.

Lebih dari 55 persen perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil keuangan kuartalan mereka hingga Rabu pagi waktu Amerika. Dan dari perusahaan-perusahaan tersebut, 68 persen laporan keuangannya telah mengalahkan ekspektasi.

Terkait perusahaan yang sudah melaporkan keuangannya, saham General Motors naik 1,6 persen setelah melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Demikian juga dengan saham Snap melonjak 22 persen pasca melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan, namun saham Walt Disney tergelincir 1,1 persen meskipun melaporkan sesuai ekspektasi.

Untuk perusahaan yang melaporkan tidak sesuai ekspektasi, saham Eli Lilly dan Cummins yang melaporkan laba tidak sesuai harapan sehingga saham Ely Lilly turun 0,95 persen sementara Cummins turun 0,3 persen. Lain lagi dengan saham Skyworks Solutions (SWKS) yang melaporkan lebih lemah dari yang diharapkan, tetap melonjak karena  mengumumkan program pembelian kembali saham senilai $ 2 miliar.

Sentimen pasar juga dipengaruhi pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump dihadapan Kongres yang membahas masalah-masalah seperti pengeluaran infrastruktur, harga obat-obatan, dan perdagangan. Namun tampak menurunkan tensi di sekitar pendanaan untuk dinding perbatasan di sepanjang perbatasan AS-Meksiko seperti yang  yang sebelumnya ia mengancam akan lakukan, saat itu tidak menyatakan keadaan darurat.

Trump juga mengatakan China dan AS sedang mengerjakan kesepakatan perdagangan baru, tetapi dengan catatan harus  ada perubahan struktural nyata untuk mengakhiri praktik perdagangan yang tidak adil, mengurangi defisit perdagangan, dan melindungi pekerjaan Amerika. Pidato ini sedikit menkhawatirkan pasar terhadap kesepakatan dagangan yang akan berakhir 1 Maret.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here