GBP/USD Pulih Dari Tekanan Turun Setelah Pertemuan Bank of England

338

(Vibiznews-Forex) Setelah pertemuan kebijakan moneter Bank Of England,  tekanan “bearish” mengelilingi Poundsterling dengan pasangan matauang GBP/USD jatuh ke kerendahan selama 2 ½ minggu, disekitar pertengahan 1.2800 sebelum akhirnya pulih kembali.

Sebagaimana yang telah diperkirakan, MPC BoE mengambil pemungutan suara secara aklamasi untuk tetap mempertahankan tingkat bunga “benchmark” tidak berubah pada 0.75% dan target pembelian asset sebesar £435 miliar. Kekecewaan pasar namun datang dari revisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi bank sentral Inggris untuk tahun 2019 dan 2020.

Mengenai penurunan perkiraan pertumbuhan ekonomi, BoE mengatakan bahwa kerusakan Brexit telah meningkat dan selanjutnya BoE mengatakan juga bahwa CPI umum bisa jatuh secara temporer dibawah target 2% dalam bulan-bulan yang akan datang, yang menambah tekanan terhadap sentimen yang telah melemah disekitar Poundsterling dan memicu aksi jual yang agresif.

Sementara pandangan jangka menengah sebagian besar tetap utuh, ketidakpastian Brexit yang persisten memimpin kepada revisi penurunan yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini dengan MPC melihat meningkatnya ketidakpastian dan kondisi keuangan yang lebih ketat di dalam jangak pendek. Pesan dari Gubernur BoE Mark Carney salah satunya adalah kenaikan tingkat bunga pada bulan Mei sekarang samasekali keluar dari perhitungan.

Ketidakpastian Brexit terus menjangkarkan rentang sehingga pesan yang paling sedikit  “dovish”nya sekalipun berakibat diperpanjangnya rally yang signifikan di dalam investasi yang pasti selama minggu-minggu belakangan ini, dengan aksi ambil untung terjadi. Sementara data dan ketidakpastian kemungkinan membatasi ruanglingkup untuk kenaikan tingkat bunga, hal itu adalah jalur jangka pendek dari “resistance” yang paling rendah.

Namun, momentum “bearish” sekarang telah berhenti, paling tidak untuk sementara ini dengan partisipan pasar sekarang sedang mengarahkan pandangan kepada konferensi pers setelah pertemuan selesai, dimana komentar dari Gubernur BoE Mark Carney kemungkinan bisa menginfus suatu volatilitas baru terhadap pasangan matauang GBP/USD.

Pesan yang “dovish” secara moderat dari BoE telah menekan GBP turun, namun kerugian awal berbalik dengan cepat dengan harapan untuk assessment yang lebih buruk ternyata tidak membesar.

Poundsterling Inggris sempat turun ke level terendah dua minggu di $1,2854 tetapi kemudian pulih kembali ke level tertinggi di 1,2996 dan saat penutupan poundsterling naik sekitar 0,15% ke posisi 1,2951.

Poundsterling telah melewati jalan yang panjang sejak awal bulan Januari dan tekanan jual seharusnya mereda kecuali suatu katalis “bearish” yang baru muncul. Kemungkinan GBP/USD bisa kembali diatas 1.30 dengan para investor dengan gugup menunggu chapter berikutnya dari kisah peperangan Brexit.

Secara tehnikal, kenaikan GBP/USD akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.2969 yang apabila berhasil ditembus akan bertemu dengan “resistance” berikutnya di 1.3002 dan 1.3024. Sebaliknya penurunan GBP/USD akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2914 yang apabila berhasil ditembus akan bertemu dengan “support” berikutnya di 1.2892 dan 1.2860.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here