Review Forex 07/02: Kekuatan Yen dan Poundsterling Kalahkan Dolar AS

454

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex sesi Amerika  beberapa saat lalu pada hari Jumat (8/02), pasar forex bergerak sangat ragam dengan banyak sentimen sejak sesi Asia. Namun ada 2 sentimen yang cukup besar mempengaruhi pergerakan mata uang utama dunia kemarin.

Kekhawatiran tentang sengketa perdagangan AS dan China dan tentang kekhawatiran pertumbuhan global setelah Uni Eropa dan bank sentral Inggris menurunkan perkiraan pertumbuhannya untuk kawasan Euro dan Inggris. Kedua masalah ini yang membuat dolar AS menguat terhadap kurs euro, swiss franc dan aussie, sebaliknya dolar AS tertekan oleh kurs poundsterling dan yen Jepang.

Indeks dolar yang naik ke 96,67 memangkas beberapa kenaikan selanjutnya dan ditutup masih di zona positif dengan kenaikan sekitar 0,16%. Terhadap Euro, dolar menguat sekitar 0,17% ke posisi $1,348 per Euro. demikian kurs komoditas ausssie dan loonie telah tergelincir sekitar 0,6% setelah harga minyak mentah turun tajam pada kekhawatiran pertumbuhan permintaan di tengah perlambatan ekonomi global.

Poundsterling Inggris sempat turun ke level terendah dua minggu di $1,2854 tetapi kemudian pulih kembali ke level tertinggi di 1,2996 dan saat penutupan poundsterling naik sekitar 0,15% ke posisi 1,2951. Selanjutnya yen Jepang diperdagangkan pada 109,83 per dolar, naik sekitar 0,13%.

Komisi Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan untuk 2019 menjadi 1,3% dari 1,9% dan menurunkan perkiraan pertumbuhan pada 2020 menjadi 1,6% dari 1,7%. Demikian juga BOE memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris di tahun 2019.

Kemudian sentimen yang membuat pasar beralih ke safe haven oleh pernyataan Pejabat administrasi senior  bahwa Presiden Trump dan Presiden Xi tidak mungkin bertemu sebelum gencatan perdagangan berakhir pada 1 Maret 2019 dan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengakui ada  jarak yang cukup jauh untuk ditempuh  sebelum AS dan China mencapai kesepakatan perdagangan.

Berikut ini beberapa data ekonomi yang ikut mempengaruhi pergerakan pasar forex:

  • Kantor Statistik Federal menunjukkan bahwa produksi industri Jerman menurun berdasarkan kalender di 0,4% pada bulan Desember, turun selama empat bulan berturut-turut. Pada bulan November, itu menurun 1,3%, direvisi dari 1,9%.
  • Klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS turun pada minggu yang berakhir 2 Februari namun lebih tinggi dari perkiraan. Laporan itu mengatakan klaim pengangguran awal turun menjadi 234.000, penurunan 19.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya 253.000. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran turun menjadi 221.000.

Terkait penguatan poundsterling terhadap dolar mendapat sentimen tentang Brexit, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan Perdana Menteri Inggris Theresa May dilaporkan telah sepakat untuk bertemu sebelum akhir bulan ini. Pejabat dari Uni Eropa dan Inggris dijadwalkan untuk terlibat dalam diskusi tentang perbatasan Irlandia dalam beberapa hari mendatang.

 

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here