IMF: Badai Ekonomi Global Akan Datang, Melesetnya Ekspektasi Pertumbuhan

501

(Vibiznews – Economy) – International Monetary Fund (IMF) memperingatkan pemerintah-pemerintah negara di dunia untuk bersiap menghadapi kemungkinan datangnya badai ekonomi karena pertumbuhan ekonomi yang meleset dari ekspektasi.

“Intinya – kami melihat ekonomi yang tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan,” demikian Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan pada KTT the World Government Summit di Dubai pada hari Minggu, seperti dilansir dari Economy Today hari ini (11/02).

Bulan lalu, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2019 ini dari 3,7 persen menjadi 3,5 persen.

Lagarde mengutip apa yang disebutnya “empat awan” sebagai faktor utama yang dapat melemahkan ekonomi global dan memperingatkan bahwa “badai” mungkin menyerang.

Risiko-risikonya disebutkan termasuk “eskalasi tensi perdagangan dan tarif, pengetatan keuangan, ketidakpastian hasil Brexit dan dampaknya, serta percepatan perlambatan ekonomi China”, katanya.

Lagarde mengatakan ketegangan perdagangan – terutama dalam bentuk pertengkaran tarif antara Amerika Serikat dan Cina, dua ekonomi terbesar di dunia – sudah memiliki dampak global.

“Kami tidak tahu bagaimana ini akan berjalan dan yang kami tahu adalah bahwa itu sudah mulai berdampak pada perdagangan, kepercayaan dan pasar,” katanya, sembari memperingatkan pemerintahan untuk menghindari proteksionisme.

Lagarde juga menunjuk pada risiko yang ditimbulkan oleh kenaikan biaya pinjaman dalam konteks “utang besar” yang ditimbulkan oleh pemerintah, perusahaan dan rumah tangga.

“Ketika ada terlalu banyak awan, dibutuhkan satu petir saja untuk memulai badai,” katanya.

 

Analis Vibiznews melihat bahwa bukan baru kali ini saja IMF menyuarakan concern-nya terhadap perkembangan ekonomi global tahun ini dan yang akan datang. Namun demikian, suara peringatannya terdengar semakin keras saat ini. Mungkin ini mengisyaratkan skala ancaman goncangan ekonomi yang semakin kuat. Itu sebabnya, bila Indonesia masih menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang solid, dimana untuk tahun 2018 pertumbuhannya tercetak sebagai tertinggi sejak empat tahun terakhir, itu dapat dipredikatkan sebagai kinerja sukses bagi pemerintahan pimpinan Presiden Jokowi.

Pertumbuhan ekonomi yang saat ini banyak didorong sektor konsumsi dalam negeri dan investasi diharapkan akan mampu menjadi bantalan kuat dari gejolak badai ekonomi global, kalaupun itu sampai terjadi dan menghantam di tahun ini. Karenanya, strategi pembangunan yang sudah dijalankan selama ini perlu dilanjutkan konsistensinya.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here