Harga Kopi Bangkit dari Posisi Termurah Karena Uangnya Brasil Naik

523

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York dan kopi Robusta di ICE London  pada akhir perdagangan  hari Rabu (13/02)  ditutup menguat dari posisi perdagangan sebelumnya yang anjlok parah. Kenaikan mata uang Real Brasil dari level terendah 2-minggu terhadap dolar AS mendorong aksi bargain hunting di kedua bursa.

Perdagangan sebelumnya harga kopi arabika terjun ke level terendah 5 minggu dan kopi robusta ke level terendah 1-1/2 bulan oleh tanda-tanda hujan lebat di Minas Gerais, wilayah kopi terbesar Brasil, setelah Somar Meteorologia melaporkan 46,8 mm hujan di Minas Gerais selama seminggu terakhir, atau meningkat 100% dari rata-rata historis.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup naik 0,25  atau 0,25% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $100,45 per lb.  Demikian juga harga kopi robusta kontrak bulan Maret naik  7  atau 0,47%  pada posisi  $1513 per ton.

Tanda-tanda persediaan melimpah dapat membebani harga kopi setelah kelompok eksportir CeCafe melaporkan ekspor kopi hijau Jan Brasil naik  20% y/y menjadi 3,05 juta kantong, rekor tertinggi untuk bulan Januari. Juga, Organisasi Kopi Internasional (ICO) terakhir melaporkan bahwa ekspor kopi global selama Oktober-Des naik  8,1% y/y menjadi  30,9 juta kantong. Selain itu, persediaan kopi yang dipantau ICE tepat di bawah tinggi 4-1/2 tahun dari 2,489 juta kantong yang diposting pada 23 Januari.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat naik lagi oleh proyeksi stabilnya  mata uang Real Brasil.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here