Penjualan Kopi Arabika di Amerika Sedang Memburuk, Terparah 1-3/4 Bulan

443

(Vibiznews – Commodity) – Perdagangan kopi Arabika yang diperdagangkan di bursa komoditas ICE New York pada akhir perdagangan  hari Kamis (14/02) ditutup anjlok parah ke posisi  terendah 1-3/4 bulan. Namun tekanan yang terjadi perdagangan kopi hanya membuat harga kopi Robusta di ICE London   tidak berubah harganya alias flat.

Turunnya harga kopi tersebut dipicu oleh anjloknya kembali  mata uang Real Brasil yanvg mendorong ekspor oleh produsen kopi Brasil. Selain itu tekanan harga juga datang dari hujan deras di Minas Gerais, wilayah kopi terbesar di Brasil setelah Somar Meteorologia pada hari Senin melaporkan 46,8 mm hujan di Minas Gerais selama seminggu terakhir, atau naik 100% dari rata-rata historis.

Harga kopi arabika untuk kontrak paling besar yaitu Maret 2019 bursa New York  ditutup turun  1,55 atau  1,54% dari posisi perdagangan sebelumnya pada posisi $98,90 per lb.  Sedangkan harga kopi robusta kontrak bulan Maret tidak berubah di posisi  $1513 per ton.

Tekanan kuat pada perdagangan kopi juga dari kelompok eksportir CeCafe yang melaporkan ekspor kopi hijau Jan Brasil naik  20% y/y menjadi 3,05 juta kantong, rekor tertinggi untuk bulan Januari. Juga, Organisasi Kopi Internasional (ICO) terakhir melaporkan bahwa ekspor kopi global selama Oktober-Des naik  8,1% y/y menjadi  30,9 juta kantong. Selain itu, persediaan kopi yang dipantau ICE tepat di bawah tinggi 4-1/2 tahun dari 2,489 juta kantong yang diposting pada 23 Januari.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga akhir sesi Amerika esok hari, analis Vibiz Research Center memperkirakan harga kopi arabika dapat naik lagi oleh proyeksi naiknya kembali  mata uang Real Brasil.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here