Harga Minyak Bergerak Naik Terbantu Penurunan Pasokan OPEC

567

(Vibiznews – Coomodity) Harga minyak bergerak mantap pada Senin (18/02). Minyak mentah Brent juga bergerak naik, di jalur untuk kuartal pertama terkuat dalam delapan tahun, terdukung sentimen positif pengurangan pasokan OPEC akan mencegah penumpukan bahan bakar yang tidak digunakan, meskipun kekhawatiran terhadap ekonomi China mengimbangi kenaikan.

Harga minyak mentah berjangka AS naik 53 sen atau 0,95 persen pada $ 56,12 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 16 sen atau 0,24 persen pada $ 66,41 per barel, setelah sempat menyentuh tertinggi 2019 pada $ 66,83,

Harga minyak telah naik hampir 25 persen sepanjang tahun ini dan berada di jalur untuk kinerja kuartal pertama terkuat sejak 2011, sebagian besar berkat komitmen oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu untuk memangkas produksi.

Namun penurunan penjualan mobil China pada bulan Januari menimbulkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Beberapa kelemahan ini menular di pasar minyak, tetapi analis mengatakan tren keseluruhan harga minyak mentah tetap meyakinkan untuk saat ini.

Perusahaan energi A.S. minggu lalu meningkatkan jumlah kilang minyak yang mencari pasokan baru sebanyak tiga menjadi 857, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam sebuah laporan Jumat lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik terbantu pemotongan pasokan OPEC. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 56,60-$ 57,10, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 55,60-$ 55,10.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here