Perlambatan Ekonomi Global Sekarang yang Terlemah Sejak Krisis Finansial 2008, Menurut UBS

739

(Vibiznews – Economy) – Ekspansi pertumbuhan ekonomi global disebutkan sebagai yang terlemah sejak krisis keuangan global akibat hilangnya momentum pertumbuhan, suatu perkembangan yang memicu perubahan yang dramatis di antara bank-bank sentral di dunia.

Suatu model pengukuran dari UBS menunjukkan pertumbuhan dunia telah melambat ke laju tahunan 2,1 persen saja pada akhir 2018, yang dikatakan merupakan yang terlemah sejak 2008-2009, demikian dilansir dari Bloomberg Selasa ini (19/02).

Disebutkan sebagai perkiraan awal untuk kuartal pertama tahun ini ada menunjukkan sedikit perbaikan. Tetapi tetap perlu ada peningkatan dramatis untuk mencapai laju kecepatan 3,2 persen yang diprediksikan UBS sebelum ini.

Namun demikian, tampaknya belum ada tanda-tanda untuk itu. Terpantau penjualan mobil China turun pada Januari, dan data pekan lalu menunjukkan penjualan ritel AS yang mencatat penurunan terburuk dalam sembilan tahun pada Desember. Di Eropa, di mana perlambatan telah ditandai, indikator sentimen terus melemah, demikian pula indikator utama dari OECD yang terbaru juga menurun.

Anggota Dewan ECB (Bank Sentral Eropa) Francois Villeroy de Galhau mengatakan dalam sebuah wawancara pada akhir pekan lalu bahwa perlambatan kawasan Eropa adalah “signifikan.”

ECB pada hari Kamis ini akan mempublikasikan notulen pertemuan Januari, ketika istilah prospek risiko diubah kepada prospek penurunan. Laporan ini datang sehari setelah Federal Reserve AS merilis risalah pertemuan kebijakan terakhirnya, yang disebut akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya.

Sementara kawasan Eropa sekarang tampak sebagai mata rantai yang lemah dalam pertumbuhan global, kabar baiknya adalah kita mungkin berada di sekitar bottom atau trough dan segera melewati kondisi terburuk, menurut UBS. Hal itu sejalan dengan pandangan para ekonom di Bloomberg Economics, yang menyebutkan ada “bukti baru bahwa kepercayaan pasar mulai stabil,” demikian dikutip dari Bloomberg (19/02).

Analis Vibiznews melihat bahwa perkiraan perlambatan ekonomi global di tahun ini sudah diprediksi oleh banyak lembaga internasional lainnya sebelum ini. Tambahan informasi dari UBS ini adalah saat sekarang merupakan fase terburuk sejak era krisis finansial global 2008 – 2009. Namun apakah ini merupakan bagian terendah (trough) dan lalu terjadi recovery, atau menjadi bertambah panjang fase ini, itu akan tergantung sejumlah faktor. Adapun faktor yang merupakan isyu panas dewasa ini adalah perang dagang AS – China dan situasi geopolitik.

 

Alfred Pakasi/VM/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here