Bursa Asia Akhir Pekan Dominan Positif; Indeks Nikkei Tergelincir

1283
indeks nikkei

(Vibiznews – Index) Bursa saham Asia berakhir sebagian besar positif pada Jumat (22/02), dengan bursa saham China daratan naik tajam pada hari terakhir perdagangan minggu ini.

Indeks Shanghai naik 1,91 persen menjadi ditutup pada 2.804,23. Indeks Shenzhen naik 2,278 persen menjadi ditutup pada 1.477,25.

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,65 persen pada 28816.30.

Indeks Kospi Korea Selatan ditutup sedikit lebih tinggi pada 2.230,50, dengan saham Samsung Electronics meningkat 0,43 persen.

Indeks ASX 200 Australia naik 0,46 persen menjadi ditutup pada 6.167,30, dengan sebagian besar sektor naik.

Namun di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,18 persen menjadi berakhir pada 21.425,51 sementara Topix turun 0,25 persen menjadi ditutup pada 1.609,52 karena saham operator toko swalayan FamilyMart Uny turun 0,95 persen.

Dolar Australia diperdagangkan pada $ 0,7113 setelah bergerak liar di sesi sebelumnya, turun dari level di atas $ 0,720. Analis menyatakan yang benar-benar menekan reli dalam dolar Australia kemarin adalah laporan Reuters bahwa China melarang impor batubara Australia di pelabuhan utara Dalian.

Menyusul laporan tersebut, sebagian besar saham penambang batubara Australia dijual pada hari Jumat. New Hope Corporation turun 3,55 persen, Yancoal Australia turun 2,8 persen dan raksasa pertambangan BHP Billiton tergelincir 0,42 persen. Di sisi lain, Whitehaven Coal pulih dari penurunan sebelumnya naik 0,66 persen.

Dalam perdagangan semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 103,81 poin menjadi ditutup pada 25.850,63 sementara S&P 500 turun 0,35 persen untuk menyelesaikan hari perdagangannya di 2.774,88. Nasdaq Composite tergelincir 0,4 persen menjadi ditutup pada 7.459,71.

Penurunan di Wall Street datang di belakang rilis aliran data ekonomi AS yang mengecewakan pada hari Kamis.

Sementara itu, pejabat dari Tiongkok dan AS bertemu lagi di Washington pada hari Kamis. Laporan pada hari Kamis mengatakan Washington dan Beijing telah mulai menyusun nota kesepahaman tentang perdagangan.

Kedua kekuatan ekonomi itu berusaha untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret, ketika tarif tambahan impor Tiongkok ke AS akan berlaku. Namun Presiden AS Donald Trump telah mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini bukan “tanggal ajaib,” meningkatkan spekulasi tentang kemungkinan batas waktu diperpanjang.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya bursa Asia akan mencermati hasil pertemuan perdagangan AS-China. Juga akan mencermati pergerakan bursa Wall Street.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here