Kondisi Dolar AS di Pasar Asia Terpukul Tweeted Presiden Trump

412

(Vibiznews – Forex) – Mengakhiri perdagangan forex awal pekan di sesi Asia hari Senin (25/02) posisi dolar AS masih defensif hingga turun ke posis terendah dalam 2 hari perdagangan. Melemahnya permintaan dolar AS sebagai safe haven yang liquid dipicu oleh meningkat moderatnya trend perdagangan aset resiko.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap rival utamanya kini berada pada posisi  96,39 atau turun sekitar 0,12% dari perdagangan sebelumnya. Namun indeks  sempat turun ke posisi terendah di 96.38 dan posisi tertinggi di 96.51  setelah awal sesi dibuka pada posisi 96.49.

Kenaikan perdagangan aset resiko dipicu oleh tweeted Presiden Donald Trump semalam bahwa pembicaraan perdagangan AS-Cina sangat progresif dan dia akan menunda batas waktu 01 Maret untuk kenaikan tarif pada produk-produk China. Dia juga mengatakan akan mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden China di Florida.

Sengketa perdagangan AS-Cina tetap menjadi perhatian utama saat ini untuk mendorong sentimen global. Minggu ini juga akan melihat pertemuan Donald Trump-Kim sebagai pendorong potensial di sisi geopolitik. Rilis perkiraan lain dari PDB Q4 (Kamis) juga akan memberikan pasar dan gagasan tentang bagaimana ekonomi AS bernasib di akhir 2018.

Untuk pergerakan selanjutnya, analyst Vibiz research Center memperkirakan dinamika laju dolar AS minim pergerakan oleh sepinya datanya ekonomi makro yang mempengaruhi pergerakan pasar. Hanya pada sesi Amerika malam nanti terdapat momentum pidato seorang pejabat senior Fed yaitu Robert Clarida. Secara teknikal, indeks akan turun ke posisi support kuatnya di 96.34-96.10 dan jika tembus lanjut ke support lainnya. Namun jika bergerak positif indeks akan naik ke posisi 96.55 dan jika tembus menuju resisten kuat di 96.70 – 96.98.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here