Bursa China Kuat Melawan Serangan Profit Taking Bursa Asia

490

(Vibiznews – Index) – Mayoritas harga saham-saham di bursa Asia hari Selasa (26/02) diperdagangkan lebih rendah oleh profit taking karena investor menunggu dan mencari kejelasan tentang penyelesaian front perdagangan AS-China setelah sebelumnya terangkat oleh penundaan tenggat waktu kenaikan tarif impor China.

Harga saham di bursa China Daratan tergelincir di awal perdagangan oleh profit taking namun kini indeks komposit Shanghai bangkit dengan kenaikan 0,36 persen sementara  itu  indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong alami penurunan  0,49 persen.

Indeks Nikkei 225 di bursa saham Jepang dibuka flat dan kemudian tertekan hingga turun 0,39 persen , penurunan indeks juga terjadi oleh profit taking terhadap saham-saham eksportir utama di tengah penguatan yen seperti saham Panasonic kehilangan hampir 1 persen, Canon turun 0,2 persen dan saham pembuat robot Fanuc tergelincir sekitar 0,8 persen.

Perdagangan bursa saham di Korea Selatan juga melemah  wait and see menjelang  KTT Washington-Pyongyang. Indeks Harga Saham Gabungan Korea atau Kospi naik tipis 0,88 poin  atau 0,04 persen. Tekanan besar datang dari anjloknya saham  Samsung Electronics yang turun 0,42 persen, saham pembuat chip No.2 SK hynix kehilangan 0,66 persen,  KB Financial meluncur 0,65 persen.

Di bursa kawasan Pasifik, indeks  ASX 200 di bursa Australia menurun 65,40 poin atau 1,06 persen  yang paling banyak ditekan oleh anjloknya saham sektor energy seperti saham Santos anjlok hampir 3 persen, saham Oil Search  menurun hampir 1 persen dan saham Woodside Petroleum turun 0,6 persen. Demikian juga anjloknya saham  penambang utama seperti saham BHP Group dan Rio Tinto masing-masing turun lebih dari 1 persen.

Demikian juga perdagangan saham bursa Indonesia turut mencetak keuntungan dengan indeks harga saham gabungan atau IHSG kini melemah 0,25 persen, ditekan oleh anjloknya  saham sektor tambang hingga 1 persen lebih  dan sektor agri yang turun 0,77 persen.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here