Harga Minyak Bergerak Turun Tertekan Sentimen Bearish

808

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak turun pada hari Kamis (28/02) di sesi Eropa, tertekan sentimen bearish ketegangan perdagangan AS-China yang berlanjut, perlambatan ekonomi Tiongkok dan rekor produksi AS merusak upaya pembatasan produksi OPEC.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 40 sen atau 0,7 persen menjadi $ 56,54.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 61 sen atau 0,9 persen pada $ 65,78 per barel pada 0955 GMT.

Aktivitas pabrik di China, importir minyak terbesar di dunia, menyusut untuk bulan ketiga pada Februari karena pesanan ekspor turun pada laju tercepat sejak krisis keuangan satu dekade lalu.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer juga mengurangi harapan penyelesaian cepat sengketa perdagangan antara China dan Amerika Serikat. Lighthizer mengatakan masalah dengan China “terlalu serius” untuk diselesaikan dengan janji-janji dari Beijing untuk membeli lebih banyak barang A.S.

Harga minyak mentah juga telah terseret ke bawah oleh melonjaknya produksi minyak AS, naik lebih dari 2 juta barel per hari (bph) pada tahun lalu ke rekor 12,1 juta bph.

Pemotongan pasokan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, seperti Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, telah menawarkan beberapa dukungan sejak Januari.

Pengurangan itu membantu menurunkan persediaan minyak mentah komersial AS sebesar 8,6 juta barel dalam sepekan hingga 22 Februari menjadi 445,87 juta barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah terkena sentimen bearish lanjutan ketegangan perdagangan AS-China, perlambatan ekonomi Tiongkok dan peningkatan produksi AS. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 56,00-$ 55,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 57,00-$ 57,50.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here