Sudah 2 Hari Berturut Saham-saham Amerika Terperosok

501

(Vibiznews – Index) – Selama 2 hari berturut bursa saham Amerika alami kerugian seperti yang terpantau pada akhir sesi bursa Wall Street hari Kamis (28/02) semua indeks ditutup dalam angka yang negatif. Tekanan yang membuat banyak saham di Wall Street anjlok yaitu perkembangan meragukan negoisasi dagang AS-China, dan juga sejumlah isu geopolitik.

Tekanan yang pertama di Wall Street dipicu dari pernyataan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer  kepada anggota House Ways and Means Committee bahwa China perlu lebih dari berjanji untuk membeli lebih banyak barang AS untuk mencapai perjanjian perdagangan jangka panjang.

“Kita dapat bersaing dengan siapa pun di dunia, tetapi kita harus memiliki aturan, aturan yang ditegakkan, yang memastikan hasil pasar dan bukan kapitalisme negara dan pencurian teknologi yang menentukan pemenang,” kata Lighthizer.

Reaksi terhadap pernyataan Lighthizer mencerminkan ketidakpastian yang masih melekat tentang potensi kesepakatan perdagangan AS-China bahkan setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menunda kenaikan tarif impor Tiongkok.

30 saham di  Dow Jones anjlok dengan indeks merosot 72,82 poin atau 0,28 persen menjadi 25.985,16 dan saham  UnitedHealth yang paling anjlok. Indeks S&P 500 tergelincir kurang  0,16 persen atau 4 poin yang dipimpin pelemahan saham layanan komunikasi dan sektor perawatan kesehatan. Indeks Nasdaq Composite yang sempat bergerak positif akhirnya ditutup turun 0,09 persen  pada 7.117,51.

Sektor teknologi dalam S&P 500 ditutup 0,1 persen lebih rendah, menghentikan kenaikan beruntun 12 hari. Akhirnya saham Facebook dan Alphabet keduanya ditutup negatif, saham The VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH) turun 1 persen demikian saham Micron yang jadi rival  terbesar di SMH  meluncur lebih dari 3 persen.

Saham emas menunjukkan pergerakan signifikan ke sisi negatifnya, dengan indeks NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 1,9 persen. Kelemahan yang cukup besar juga terlihat di antara saham semikonduktor dengan Philadelphia Semiconductor Index anjlok 1,2 persen. Di sisi lain, saham bioteknologi bergerak naik tajam  mendorong Indeks Bioteknologi Arca NYSE naik 2,4 persen yang melonjak ke level penutupan terbaik dalam lebih dari empat bulan.

Tekanan jual saham menyusut investor beralih kepada KTT kedua Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang mencari tanda-tanda kemajuan yang lebih konkret menuju denuklirisasi semenanjung Korea. Dalam tweetnya, Trump menyatakan bersama Kim Jong Un  akan berusaha sangat keras untuk menyelesaikan sesuatu tentang Denuklirisasi & kemudian menjadikan Korea Utara sebagai Kekuatan Ekonomi.

Sentimen positif lainnya datang dari data penjualan rumah yang tertunda menurut National Association of Realtors  melonjak 4,6 persen menjadi 103,2 pada Januari setelah jatuh 2,3 persen ke 98,7  pada bulan Desember. Kemudian laporan  Departemen Perdagangan menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang manufaktur naik jauh lebih sedikit daripada yang diantisipasi pada bulan Desember.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here