Harga Minyak Naik Terbatas Terhambat Kekuatiran Perlambatan Ekonomi

2404

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik pada akhir pekan hari Jumat (01/03) terpicu penurunan produksi produsen OPEC, namun melonjaknya pasokan AS dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global membatasi kenaikan lebih lanjut.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di $ 57,38 per barel, naik 16 sen, atau 0,28 persen.

Harga minyak mentah berjangka internasional Brent berada di $ 66,38 per barel, naik 7 sen, atau 0,11 persen.

Di Venezuela, ekspor minyak anjlok hingga 40 persen menjadi sekitar 920.000 barel per hari (bpd) sejak pemerintah AS menjatuhkan sanksi terhadap industri perminyakan pada 28 Januari.

Penurunan ini terjadi ketika Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), di mana Venezuela adalah anggota pendiri, telah memimpin upaya sejak awal tahun untuk menahan sekitar 1,2 juta barel per hari pasokan untuk menopang harga.

Meskipun demikian, ada tanda-tanda yang mengarah ke pasar yang dipasok lebih banyak menuju lebih jauh ke 2019.

Departemen Energi AS mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya menawarkan hingga 6 juta barel minyak mentah dari cadangan darurat nasional untuk mengumpulkan dana guna memodernisasi cadangan minyak strategis AS.

Di sisi permintaan, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan para analis memperkirakan permintaan bahan bakar global akan melambat tahun ini di tengah perlambatan ekonomi yang luas.

Aktivitas pabrik China Februari turun untuk bulan ketiga karena ekonomi terbesar kedua dunia itu terus berjuang dengan lemahnya pesanan ekspor, sebuah survei swasta menunjukkan pada hari Jumat.

Kelemahan dirasakan di seluruh wilayah. Ekspor Korea Selatan mengalami kontraksi pada laju tertajam dalam hampir tiga tahun pada Februari karena permintaan dari pasar utamanya China semakin dingin dalam tanda lain dari goyahnya momentum di ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

Meskipun demikian, konsumsi bahan bakar terutama di ekonomi berkembang Asia, yang merupakan pendorong utama permintaan minyak global sejauh ini bertahan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik terpicu penurunan produksi OPEC. Namun kenaikan diperkirakan terbatas dengan adanya kekuatiran perlambatan ekonomi. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 57,90-$ 58,40, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 56,90-$ 56,40.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here